Berita

Rocky Gerung (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Rocky Gerung: Kepekaan Etik Jokowi Sangat Rendah

SABTU, 07 DESEMBER 2024 | 05:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) dituntut menunjukkan etika politiknya ketika dinyatakan bukan lagi kader PDIP.

Politikus PDIP pun meminta agar Jokowi mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP secara ksatria kepada DPP. Namun hingga kini, Jokowi urung melaksanakan itu dan seakan tidak terjadi masalah.

Pengamat politik Rocky Gerung pun angkat bicara soal sikap Jokowi tersebut. Menurut dia, sejak awal Jokowi sudah memiliki masalah dalam etika politik atau etika publik.    


“Jadi kalau Pak Jokowi ngotot bahwa dia tidak tahu apa kesalahan dia, sehingga mungkin dia merasa aneh kalau PDIP sudah menyingkirkan dia atau mengeluarkan beliau dari keanggotaan PDIP bahkan sekeluarga, itu penanda bahwa kepekaan etik dari seorang Jokowi itu betul-betul sangat rendah,” kata Rocky dikutip dari akun YouTube pribadinya, Sabtu, 7 Desember 2024.

“Jadi seperti maling ketangkap tangan tapi dia masih minta barang buktinya mana? Lho itu ketangkap tangan. Jadi sebetulnya Pak Jokowi juga ketangkap tangan,” tambahnya.

Di mata PDIP, Jokowi sudah melanggar ketentuan AD/ART partai. Secara tegas, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga sudah meminta maaf ke publik perihal sikap Jokowi ke publik. 

Lanjut Rocky, sikap Jokowi justru seakan ingin menunjukkan sensasi di publik.

“Tapi Pak Jokowi ingin cari sensasi supaya nanti dia dipecat, lalu dia mengeksploitir pemecatan itu sebagai dendam dari PDIP. Ini bukan soal dendam, ini soal keterangan yang sudah dipastikan bahwa Jokowi waktu itu sudah melanggar prinsip-prinsip organisasi maupun prinsip-prinsip Sukarnois, itu dasarnya. Jadi pakem beliau, pakem Pak Jokowi di PDIP sudah terhapus,” jelasnya.

Menurut Rocky kondisi itu sudah tidak bisa lagi pulihkan dengan cara apapun.

“Karena itu sudah selesai masa kader Jokowi di PDIP dan dinyatakan sebagai kader yang gagal, kan itu intinya,” tegas dia.

“Jadi kita mau lihat semacam kematangan dan kepribadian dari mantan Presiden Jokowi untuk mengembalikan KTA-nya, maka untuk keresmian, kalau dia tahu diri itu, dia mesti kembalikan. Itu saja prinsip etiknya,” demikian Rocky Gerung.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya