Berita

Dok Foto/Ist

Nusantara

Dukung Program Pemerintah, KNTI Gresik Gelar Rembuk Pangan Pesisir

SABTU, 07 DESEMBER 2024 | 05:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Gresik bersama Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dan Kesatuan Pelajar, Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menggelar Rembuk Pangan Pesisir 2024 di Din Café Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jumat, 6 Desember 2024. 

Kegiatan itu mengangkat tema “Memperkuat Ekosistem Kemandirian dan Kedaulatan Pangan dari Laut untuk Kesejahteraan Nelayan Indonesia".

Rembuk Pangan Pesisir dihadiri puluhan nelayan, perempuan pesisir, pemuda dan mahasiswa pesisir serta Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik serta perwakilan DPP KNTI.


Ketua DPD KNTI Gresik, Mashudin dalam menjelaskan, nelayan adalah pahlawan nutrisi yang berperan penting dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

Oleh karena itu, pihaknya sengaja menggelar Rembuk Pangan Pesisir untuk mengidentifikasi berbagai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam mendukung program ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

“Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangan sebagai salah program prioritas, oleh karenanya ini harus didukung oleh kita semua dan kami ingin menunjukkan bahwa kelautan dan perikanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan pangan serta kedaulatan pangan nasional,” ungkap Mashudin dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 7 Desember 2024.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik,  Arip Wicaksono pada kesempatan itu sangat mengapresiasi pelaksanaan rembuk pangan pesisir. Menurutnya, sektor perikanan  di Kabupaten Gresik memberikan kontribusi besar dalam upaya ketahan pangan.

“Produksi perikanan di Kabupaten Gresik meningkat dalam 3 tahun terakhir, oleh karenanya kami berusaha menjaga dan memperkuat ekosistem kemandirian dan kedaulatan pangan dari laut untuk kesejahteraan nelayan Gresik Khususnya dan Indonesia pada umumnya," ujar Arip.

Sementara Perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Darnimawati dalam pemaparannya menjelaskan, pihaknya terus berusaha  meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Program ini melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan. 

“Untuk melaksanakan program tersebut kami memiliki Rumah Pangan B2SA untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan sejak usia dini, kemudian kami juga memiliki program B2SA Goes to School  untuk mensosialisasikan pentingnya makanan B2SA kepada siswa,”  jelas Darnimawati. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang sehat dan berdaya saing. Serta program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga para peserta rembuk yang terdiri dari nelayan, perempuan nelayan dan pemuda nelayan menyampaikan berbagai pandangannya terkait ketahanan pangan di sektor pesisir. 

Ketua DPD KPPI Gresik, Anggun Cipta Indah menyatakan bahwa ketahanan pangan nasional bergantung pada ketahanan pangan daerah. 

“Ketahanan pangan daerah bergantung pada ketahanan pangan desa, ketahanan pangan desa bergantung pada ketahanan pangan keluarga dan ketahanan pangan keluarga yang mengaturnya adalah perempuan,” jelas Anggun. 

Ia meminta kepada dinas instansi terkait untuk membuat program khusus untuk membantu kapasitas perempuan pesisir dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang berdampak terhadap ketahanan pangan desa, daerah dan nasional.

“Perempuan pesisir adalah komponen penting dalam upaya mewujudkan ketahan pangan nasional, oleh karenanya kita harus betul-betul memperhatikan kaum perempuan, terutama membantu mereka untuk dapat meningkatkan kapasitasnya, membantu permodalan dan pemasaran bagi perempuan yang telah memiliki produk olahan ikan dan mangrove,” tegasnya.

“Jika perempuan pesisir berdaya dan sejahtera maka keluarga juga akan Sejahtera, pada saat yang sama desa, daerah dan negara juga akan sejahtera, inilah modal utama kita untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan pangan nasional,” pungkas Anggun.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya