Berita

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid/RMOL

Politik

PKB: Gus Miftah Kebablasan

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 12:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai ucapan kasar penceramah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah terhadap penjual es teh hanya lepas kontrol alias kebablasan. Pasalnya, gaya ceramah Gus Miftah memang terkenal urakan. 

“Ya mungkin lepas kontrol saja ya, karena Gus Miftah ini kan dikenal kiai yang urakan, kiai yang ke tempat-tempat yang apa yang disampaikan memang kurang pantas. Saya yakin Gus Miftah juga tahu itu, tapi mungkin kebablasan saja,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2024. 

Meski begitu, Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai pernyataan Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu. 


“Tentu yang masyarakat Indonesia, publik bisa menilailah,” ujarnya.

Mengenai permintaan maaf Gus Miftah yang melibatkan kuasa hukumnya, Gus Jazil menilai hal itu tak perlu dilakukan. Ia menyarankan Gus Miftah untuk meminta maaf kepada pedagang es teh tersebut secara kemanusiaan dan kekeluargaan. 

“Nah permohonan maaf saya pikir itu bagian dari bertanggung jawabannya, ini enggak usah pakai kuasa hukum segala lah. Saya yakin orang kecil seperti penjual es itu juga apa namanya, mulia hatinya. Saya yakin juga permohonan maafnya juga akan diterima ya,” ujarnya. 

“Kenapa pakai kuasa hukum segala ini kasus apa sih? Ini kan soal kemanusiaan saja yang kadang lepas dari kontrol kita atau kontrol tokoh ketika melihat orang yang di bawah, orang yang kurang beruntung, hanya penjual es gitu, tapi kan tetap dia warga Indonesia. Dia tetap saudara kita yang harus dihormati,” demikian Gus Jazil. 

Sebelumnya, kuasa hukum Gus Miftah, Herdian Saksono, telah memberikan klarifikasi mengenai video ucapan Gus Miftah yang sempat viral di media sosial. Herdian mengatakan yang dilakukan kliennya hanyalah gaya syiar saja, bukan hal yang benar-benar dimaksudkan untuk menghardik.

"Itulah guyonan atau gaya bahasa dalam penyampaian syiar, dalam penyampaian sebuah cerita, yang dimaknai dengan pertanda-pertanda yang menurut Gus itu merupakan intermeso dan menarik perhatian khalayak ramai," jelas Herdian, Rabu, 4 Desember 2024.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya