Berita

Presiden terpilih AS, Donald Trump

Bisnis

Trump Ancam BRICS, Dolar AS Intai Rp16.000

SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 16:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Belum juga menduduki kursi Gedung Putih, Presiden terpilih AS, Donald Trump sudah memberikan peringatan serius bagi pihak yang mengancam dominasi Dolar AS.

Presiden yang karib dengan kejutan itu terkini dilaporkan mengancam kelompok negara perekonomian berkembang yang sangat besar, BRICS sebelumnya digaungkan akan membentuk mata uang bersama untuk sekaligus meninggalkan ketergantungan pada mata uang Dolar AS.

Meski potensi pembentukan mata uang bersama BRICS masih jauh dari realisasi, ancaman Trump mengukuhkan kebijakan proteksionis yang keras dari AS dalam pemerintahan mendatang.


Trump disebutkan bertekad mengenakan tarif masuk 100 persen pada produk asal BRICS, bila kelompok negara-negara yang dimotori Brazil-Rusia-India-China-Afrika Selatan itu berkukuh membentuk mata uang tandingan  bagi Dolar AS. Situasi ini tentu menyita perhatian pelaku pasar dan menambah kesuraman yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Gerak merosot mata uang utama dunia kembali terjadi di sesi perdagangan awal pekan ini di Asia. Pantauan memperlihatkan, nilai tukar Euro, Poundsterling, Dolar Australia dan Dolar Kanada yang kembali tersungkur setelah sempat berupaya bangkit pada sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Kembali merosot nya mata uang utama dunia tersebut dengan mudah menjalar ke mata uang Asia. Pantauan menunjukkan, seluruh mata uang Asia yang jatuh di zona merah dalam membuka sesi perdagangan pekan ini, Senin 2 Desember 2024. Kemerosotan tercuram dialami Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia yang masing-masing tergerus hingga kisaran 0,5 persen di sesi perdagangan sore ini.

Pantauan juga menunjukkan, nilai tukar Dolar Hong Kong yang mencoba menjejak zona penguatan sangat tipis dan rentan untuk berbalik merah. Terkhusus pada Rupiah, suntikan sentimen domestik dari rilis data indeks PMI manufaktur dan Inflasi bulanan, justru mempersulit untuk beralih menguat.

Laporan terkait sebelumnya menyebutkan, Indeks PMI manufaktur nasional pada November lalu yang sebesar 49,6 atau masih berada di zona kontraksi, sementara inflasi dilaporkan sebesar 0,3 persen.

Rupiah terpantau konsisten menginjak zona pelemahan di sepanjang sesi dan hingga ulasan ini disunting bertengger di kisaran Rp15.908 per Dolar AS atau merosot 0,44 persen. Posisi ini sekaligus semakin mendekati level psikologis pentingnya di kisaran Rp16.000.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya