Berita

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab/Rep

Politik

Beda Pilihan Politik Biasa, Umat Jangan Mau Diadu Domba

SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 10:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dalam pidatonya pada Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat,  menyerukan agar masyarakat tidak terpecah belah oleh perbedaan pilihan politik. 

Ia menegaskan bahwa Pilpres dan Pilkada adalah bagian dari demokrasi, namun tidak boleh menjadi alasan untuk merusak persatuan umat.

“Pilpres sudah selesai, Pilkada sudah selesai, jadi jangan lagi ke depan ini baik Pilpres maupun Pilkada memecah belah kita. Berbeda pilihan dalam politik itu biasa," ungkapnya.


Habib Rizieq mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling mencela. Ia mengecam pihak-pihak yang memanfaatkan perbedaan ini untuk menuduh ulama sebagai munafik atau sesat.

“Saya kaget begitu ada perbedaan pilihan, berani-beraninya ulama dimunafikan, disesatkan, jangan! Masing-masing punya ijtihad politik,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menolak upaya adu domba yang hanya merugikan rakyat kecil.

"Yang bertarung orang lain, yang dapat kekuasaan orang lain, yang dapat kursi orang lain, yang dapat uang orang lain, tapi kenapa harus rakyat yang diadu domba? yang baku pukul? rakyat yang dipecah belah? Maka jangan mau lagi kita diadu domba," pesan Habib Rizieq Shihab.

Diketahui, DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta menyatakan dukungan bagi pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilgub DKI Jakarta 2024.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya