Berita

Gautam Adani/Reuters

Bisnis

Hadapi Tudingan AS, Miliarder India Gautam Adani Siap Tempuh Jalur Hukum

SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah bungkam selama lebih dari sepekan, pendiri Adani Group Gautam Adani akhirnnya buka suara untuk menanggapi tuduhan otoritas AS bahwa ia adalah bagian dari skema suap senilai 265 juta Dolar AS (Rp4,1 triliun).

Berbicara dalam sebuah acara penghargaan pada Jumat 29 November 2024, Adani mengatakan  tudingan AS kepadanya bukan tantangan pertama ia alami.

"Kurang dari dua minggu lalu, kami menghadapi serangkaian tuduhan dari AS tentang praktik kepatuhan di Adani Green Energy. Ini bukan pertama kalinya kami menghadapi tantangan seperti itu," kata Adani, seperti dikutip dari Reuters, Senin 2 Desember 2024.


Pihak berwenang AS telah menuduh Gautam Adani, keponakannya dan direktur eksekutif Sagar Adani dan direktur pelaksana Adani Green, Vneet S. Jaain, menjadi bagian dari skema suap untuk mengamankan kontrak pasokan listrik India, dan menyesatkan investor AS selama penggalangan dana di negara tersebut.

Adani Group membantah tuduhan tersebut, menyebutnya tidak berdasar dan bersumpah untuk menempuh jalur hukum.

"Yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa setiap serangan membuat kami lebih kuat dan setiap rintangan menjadi batu loncatan bagi Grup Adani yang lebih tangguh," kata Adani di kota Jaipur di India utara.

"Di dunia saat ini, hal-hal negatif menyebar lebih cepat daripada fakta, dan saat kami menjalani proses hukum, saya ingin menegaskan kembali komitmen penuh kami terhadap kepatuhan regulasi kelas dunia," tambahnya, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Kepala keuangan Adani Group juga telah membantah tuduhan AS, sementara pemerintah India mengatakan belum menerima permintaan Washington terkait kasus tersebut.

Pada satu titik, perusahaan-perusahaan yang tergabung di Adani Group mengalami kerugian hingga 34 miliar Dolar AS dari nilai pasar gabungan mereka, tetapi sahamnya telah pulih karena beberapa mitra dan investor telah mendukung konglomerat tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya