Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut turun membantu mengamankan kotak suara/Ist

Politik

BNPB Turun Membantu Amankan Kotak Suara di Banjir Sekadau

SABTU, 30 NOVEMBER 2024 | 15:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut turun membantu mengamankan kotak suara, untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di wilayah banjir di Sekadau, Kalimantan Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, hujan deras yang mengguyur dalam durasi lama sebabkan empat kecamatan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat alami banjir sejak hari pencoblosan pilkada pada Rabu, 27 November 2024.

"Hingga Sabtu, 30 November 2024 pagi, BNPB mencatat banjir masih menggenangi wilayah tersebut dengan ketinggian bervariasi mencapai 80 centimeter," ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu, 30 November 2024.


Dia merinci, empat kecamatan terdampak ialah Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu dan Sekadau Hilir.

"Sebanyak 24.236 jiwa/6.699 Kepala Keluarga yang berada di keempat desa tersebut alami kebanjiran, sementara tujuh kepala keluarga di antaranya memilih mengungsi ke tempat lebih aman," katanya.

Selain itu, sejumlah insfrastruktur dan fasilitas umum turut terendam, seperti 6.505 unit rumah warga dan akses jalan dari desa ke kecamatan terganggu diakibatkan oleh terendamnya jalan. 

"Akibat itu, proses pemilihan kepala daerah yang ada di sejumlah TPS sempat terhambat pada Rabu (27/11). BPBD bersama tim gabungan bahu membahu berusaha agar proses pemilihan dapat berajalan dengan lancar," ungkapnya.

"Salah satunya dengan menyediakan perahu karet dan juga personel untuk membantu akses masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya," demikian Abdul Muhari menambahkan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya