Berita

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon/Ist

Politik

Kalah Keempat Kali di Pilgub, Ini Kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut

JUMAT, 29 NOVEMBER 2024 | 20:40 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

PDI Perjuangan kembali kalah di Pilgub Sumatera Utara 2024. Hal ini menambah catatan kekalahan menjadi empat kali berturut-turut partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut di Sumatera Utara.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon mengatakan kekalahan ini terjadi karena adanya upaya sistematis untuk menenggelamkan partai mereka. Salah satunya yakni indikasi intervensi dengan menggunakan institusi negara.

“Intervensi bisa kita lihat bagaimana masifnya partai coklat dalam mengarahkan aparat pemerintahan, mulai dari Pj kepala daerah, camat, kepala desan hingga para ASN. Dan ini sangat kasat kita lihat dilapangan. saya meyakini bahwa Pilkada 2024 terburuk dari pilkada yang pernah ada. Dimana kekuasaan tidak malu-malu lagi melanggar etika moral dalam mengendorse calon dari pihak mereka,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat, 29 November 2024.


Selanjutnya kata Rapidin, PDI Perjuangan Sumut akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pilkada 2024 dan akan bekoordinasi dengan pihak DPP PDI Perjuangan Pusat mengenai langkah-langkah yang diambil selanjutnya,

“Evaluasi tentu akan kita lakukan dan kita juga akan berkoordinasi dengan DPP untuk mengambil langkah-langkah yang harus diambil untuk menyikapi banyaknya pelanggran-pelanggaran dalam pilkada kali ini," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya