Berita

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono/Istimewa

Politik

Ini Sosok Penting di Balik Kemenangan Luthfi-Yasin di Jateng

JUMAT, 29 NOVEMBER 2024 | 00:40 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, pada Pilkada serentak 2024 dinilai tak lepas dari peran besar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng, Sudaryono.

Menurut pakar komunikasi politik yang juga anggota International Communication Association (ICA), Effendi Gazali, Sudaryono berhasil menjalankan perintah Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra untuk memenangkan Luthfi-Yasin dalam Pilgub Jateng 2024. 

"Kita perhatikan dalam Pilgub Jateng ini, ada sosok Sudaryono yang sangat berperan di detik-detik terakhir jelang pemilihan untuk kemenangan Luthfi-Taj Yasin. Jadi kita bisa melihat, saat ia turun gunung maka suara Luthfi-Yasin langsung moncer," kata Effendi Gazali saat dihubungi pada Kamis, 28 November 2024.


Lanjut Effendi, sebagai Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono memiliki jejaring luas hingga ke tingkat bawah. 

Apalagi, rekam jejaknya sebagai tokoh yang pernah hampir maju di Pilgub Jateng semakin memperkuat kredibilitas pasangan Luthfi-Yasin di mata pemilih. 

"Yang menarik, ada kekuatan lain yang dimiliki Sudaryono, yaitu Pasukan Jangkrik. Pasukan Jangkrik ini artinya menjangkau ke seluruh titik, sehingga tidak ada titik yang kosong. Ini pula yang pernah dikerjakan Sudaryono memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Jateng saat pilpres lalu," paparnya. 

Bahkan, Sudaryono berhasil mengonsolidasikan kekuatan Gerindra jadi kekuatan baru yang mampu menandingi dominasi PDIP yang menguasai Jateng selama satu dekade terakhir. 

"Mas Dar (sapaan Sudaryono, red) berhasil mengkonsolidasikan ceruk suara baru dari kekuatan Pak Prabowo, Gerindra dan relawan binaannya menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Jateng. Kehadiran Mas Dar tentu menambah dimensi baru yang mendatangkan suara pembeda dari kekuatan suara Luthfi-Taj Yasin sebelumnya," kata Effendi.

Berdasarkan hasil quick count Charta Politika hingga pukul 10.13 WIB dengan suara masuk 100 persen, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memperoleh suara 58,44 persen. Sedangkan pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi memperoleh 41,56 persen suara.

Lalu data Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memperoleh suara 59,16 persen dari total 100 persen suara yang telah masuk hingga pukul 23.22 WIB Rabu kemarin, 27 November 2024. Sedangkan, pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi memperoleh 40,84 persen suara.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya