Berita

Ridwan Kamil dan Suswono saat mendaftar di KPU Jakarta/RMOL

Politik

PILKADA JAKARTA 2024

Pengamat: RK-Suswono Kalah karena Meremehkan Pramono-Doel

KAMIS, 28 NOVEMBER 2024 | 21:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim pemenangan Ridwan Kamil (RK)-Suswono disinyalir terlalu meremehkan kekuatan lawan di Pilkada Jakarta 2024. Imbasnya, paslon nomor urut 1 ini kalah dari pasangan Pramono-Rano jika merujuk hitung cepat beberapa lembaga survei.

Hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan data masuk 100 persen, pasangan RK-Suswono 39,92 persen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana 10,61 persen, dan Pramono-Doel 50,10 persen.

"Menurut saya kekalahan RK-Suswono karena timnya tidak solid dan cenderung meremehkan kekuatan pasangan lain," kata Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, 28 November 2024.


Selain dianggap meremehkan, Saiful menilai tim pemenangan RK-Suswono juga tidak fokus dalam pemenangan.

"Mereka merasa telah cukup dengan dukungan Prabowo dan Jokowi. Jokowi kan tidak laku di Jakarta, terbukti tidak signifikan memberikan sokongan suara bagi RK-Suswono," jelasnya.

"Ini sama halnya bentuk kegagalan tim sukses RK untuk meyakinkan pemilih atau rakyat DKI. Terlebih lagi RK-Suswono didukung oleh partai besar pemenang pemerintahan," pungkas Saiful.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya