Berita

Tokoh Betawi Jalih Pitoeng/Repro

Politik

Pilkada Jakarta 2024

Tokoh Betawi: Anies Tidak Setia kepada Ulama dan Umat Islam Kalau Dukung Pramono-Rano

SABTU, 23 NOVEMBER 2024 | 04:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tokoh Betawi Jalih Pitoeng menyayangkan kabar dukungan yang diberikan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan kepada pasangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024. Dia menganggap, dukungan tersebut sebagai bentuk ketidaksetiaan Anies kepada ulama dan suara umat Islam. 

"Jika benar Anies mendukung pasangan Pramono Karno, berarti Anies telah mengkhianati perjuangan dan dukungan umat Islam. Khususnya warga Jakarta yang telah memilihnya saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta" kata Jalih Pitoeng kepada wartawan, Jumat, 22 November 2024.

Jalih mengingatkan, kemenangan Anies di Pilkada Jakarta 2017 lalu, lebih kepada besarnya dukungan umat Islam, dan para ulama yang menyerukan agar masyarakat memilih pasangan yang memahami aspirasi umat saat itu. Ditambah adanya kasus dugaan penistaan agama yang ditudingkan pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 


”Kemenangan Anies pada Pilgub DKI Jakarta 2017 saat itu bukan karena kehebatan Anies seorang. Akan tetapi akibat kemarahan umat kepada Ahok. Ditambah imbauan dari para alim ulama untuk memilih Anies dan tidak memilih Ahok," tuturnya.

Ditanya apakah Anies kemungkinan besar akan membawa pengikutnya untuk mendukung pasangan calon Pramono Anung dan Rano Karno, sosok anak Betawi yang dikenal kritis ini pun langsung membantah.

"Oh belum tentu. Sejak kapan Anies melakukan rekruitmen anggota pendukungnya?" kata Jalih Pitoeng balik bertanya.

Jalih pun meyakini, seandainya Anies mendeklarasikan dukungan untuk Pramono-Rano, hal itu tidak akan diikuti sepenuhnya oleh para pendukungnya terdahulu. 

“Saya sangat meyakini bahwa Anies akan ditinggal pengikutnya karena dianggap telah mengkhianati amanat dan perjuangan umat Islam. Alasannya adalah bahwa umat Islam memilih Anies karena kepatuhan umat kepada ulama," ujar Jalih Pitoeng.

"Besar kemungkinan Anies hanya membawa badannya sendiri," cetus Jalih Pitoeng.

Terlebih, kini sejumlah basis pendukung Anies seperti massa FPI di bawah komando Habib Rizieq telah menyatakan dukungannya pada pasangan Ridwan Kamil-Suswono, dan menyerukan agar umat Islam tidak memilih pasangan yang didukung partai yang menjadi pendukung Ahok.  

"Apalagi saat ini salah satu gerbong umat Islam khususnya FPI (Forum Persaudaraan Islam) telah menyatakan dukungan terhadap pasangan Rido (Ridwan Kamil-Suswono) secara resmi," Jalih Pitoeng menegaskan.

Dengan adanya dukungan FPI ke paslon Rido, Jalih meyakini akan diikuti oleh mantan pendukung Anies. 

“Pendekatannya adalah pendekatan ideologis dan religius yang sangat rasional dan masuk akal. Karena umat Islam masih ingat betul saat partai pengusung pasangan calon Pramono dan Rano yaitu PDIP, sangat berseberangan dengan konsep perjuangan FPI," tandas Jalih Pitoeng mengingatkan.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya