Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Defisit Ganggu Rupiah, IHSG Merah di 7.140

JUMAT, 22 NOVEMBER 2024 | 03:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kecenderungan sesi perdagangan berlangsung lesu nampaknya mulai seragam di seluruh bursa saham dunia. Hal ini terlihat dari kinerja Indeks yang sulit mencetak gerak tajam di tengah serangkaian sentimen yang berkembang. Laporan dari sesi perdagangan di bursa Wall Street memperlihatkan, gerak Indeks yang mixed dengan berada di rentang sempit.

Indeks DJIA tercatat menutup sesi dengan naik tipis 0,32 persen di 43.408,47, sementara indeks S&P500 berakhir flat dengan turun sangat tipis 0,00 persen di 5.917,11, dan indeks Nasdaq melemah 0,11 persen di 18.966,14. Pelaku pasar disebutkan sedang menantikan rilis kinerja kuartalan dari emiten teknologi terkemuka, Nvidia. Namun usai rilis kinerja kuartalan di sesi after hours yang jauh dari suram Harga saham perusahaan tersebut justru semakin terjungkal.

Pantauan RMOL menunjukkan, harga saham Nvidia yang merosot tajam hingga 2,53 persen di $142,2 setelah di sesi reguler turun 0,76 persen. Situasi ini tentu menjadi modal muram bagi sesi perdagangan hari keempat pekan ini di Asia, Kamis 21 November 2024. Tinjauan RMOL menunjukkan, kinerja kuartalan Nvidia yang sesungguhnya masih mengesankan dengan mencetak pertumbuhan fantastis sebesar 94 persen pada pendapatannya.


Namun kinerja pertumbuhan ini dinilai melambat oleh pelaku pasar dibanding kuartal sebelumnya, di mana pertumbuhan pendapatan di tiga kuartal sebelumnya mencetak pertumbuhan penjualan masing-masing 122 persen, 262 persen dan 265 persen.

Situasi semakin jauh dari bersahabat dengan tersebarnya kabar mega skandal suap yang melibatkan konglomerat kenamaan India, Gautam Adani. Skandal suap tersebut sedang dalam proses hukum di New York, Amerika Serikat. Pantauan memperlihatkan, kinerja saham-saham dalam group konglomerasi Adani di bursa saham India yang rontok tak tertahankan merespons kabar tersebut. Catatan RMOL bahkan memperlihatkan, kerontokan saham saham group Adani yang melebihi 10 persen. Akibat lanjutannya, Indeks di bursa saham India terseret merah pada sesi hari ini.

Serangkaian sentimen buram ini, menyulitkan pelaku pasar di Asia untuk mengambil sikap optimis. Aksi tekanan jual, oleh karenanya cenderung mendominasi jalannya sesi perdagangan, meski dalam taraf yang bervariasi. Hingga sesi perdagangan sore berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) merosot 0,85 persen di 38.026,17, sedangkan Indeks KOSPI (Korea Selatan) melemah tipis 0,07 persen di 2.480,63 dan indeks ASX200 (Australia) turun tipis 0,04 persen di 8.323.

Kepungan sentimen yang jauh dari optimis di bursa regional dan global memaksa investor di bursa saham Indonesia menahan diri. Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya cenderung terjebak di rentang terbatas. Kinerja IHSG terkesan konsisten menjejak rentang moderat di sepanjang sesi perdagangan. IHSG kemudian menutup sesi dengan turun 0,55 persen di 7.140,91.

Pantauan lebih jauh juga memperlihatkan, kinerja saham-saham unggulan yang bervariasi sebagai cermin dari sikap menahan diri pelaku pasar. Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berakhir merah, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, ADRO, ASII, INDF dan UNVR. Sedang sejumlah saham unggulan lain mampu menutup sesi di zona positif, seperti: TLKM, ITMG,  UNTR, LSIP, CPIN, dan SMGR.

Jalannya sesi perdagangan di Jakarta kali ini diwarnai dengan rilis neraca transaksi berjalan yang mengalami defisit sebesar $2,15 milyar di kuartal III. Besaran defisit ini sekaligus mencerminkan kenaikan dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar $1,16 milyar. Pantauan menunjukkan, pelaku pasar yang masih mencoba bertahan positif usai rilis data tersebut. Namun usai pertengahan sesi perdagangan sore, IHSG akhirnya beralih ke zona merah. Upaya bertahan positif oleh investor akhirnya memaksa IHSG semakin kukuh terjebak di rentang terbatas hingga sesi perdagangan berakhir.

Rupiah Tertekan Defisit

Kinerja lebih suram dibukukan nilai tukar Rupiah di pasar uang. Seiring dengan masih lesunya pasar uang global, sentimen domestik dari rilis neraca transaksi berjalan yang mengalami defisit di kuartal III menyulitkan Rupiah untuk keluar dari tekanan jual.

Pantauan menunjukkan, Rupiah yang sempat mengawali sesi pagi dengan gerak menguat tipis, namun segera setelahnya beralih merosot. Rupiah kemudian terlihat konsisten menjejak zona pelemahan di sepanjang sesi perdagangan. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp 15.920 per Dolar AS atau merosot 0,38 persen. Posisi ini sekaligus semakin dekat dengan level psikologis penting di kisaran Rp16.000.

Kombinasi sentimen dari bertahan lesunya pasar uang global dan suntikan sentimen domestik defisit transaksi berjalan memaksa Rupiah Kembali menjalani sesi perdagangan yang sulit. Pelaku pasar belum menemukan pijakan sentimen positif untuk setidaknya menahan Rupiah dari pelemahan lebih lanjut.

Sementara pantauan pada mata uang Asia memperlihatkan, gerak bervariasi dan seragam dalam rentang moderat. Gerak balik penguatan pada mata uang utama dunia yang tertahan, membuat pelaku pasar di Asia kesulitan melakukan gerak tajam.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya