Berita

Pengacara Mitora, OC Kaligis

Hukum

Mitora Kembali Perkarakan Yayasan Milik Titiek Soeharto Cs

RABU, 20 NOVEMBER 2024 | 13:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perusahaan asal Singapura Mitora Pte. Ltd mengajukan pembatalan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang memenangkan anak-anak Soeharto atau keluarga Cendana atas kasus wanprestasi.

Konflik bermula saat Yayasan Purna Bhakti Pertiwi milik anak-anak Soeharto tidak memenuhi janji membayar tuntutan atas gugatan Mitora di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2018.

Dalam kesepakatan pihak Mitora mencabut gugatan di tahun 2018. Perjanjian terlampir dalam surat tugas dari Soehardjo Soebardi, serta turut tertera logo dari Yayasan Harapan Kita.


Dalam surat tugas tersebut Yayasan Harapan Kita menyampaikan bakal mengambil alih kewajiban pembayaran dari Yayasan Purna Bhakti Pertiwi. Nominal yang tertulis di surat tugas sebesar Rp 104 miliar.

Kuasa Hukum Mitora, OC Kaligis, menyampaikan bahwa permohonan arbitrase dengan dalil bahwa Mitora telah melakukan cidera janji atau wanprestasi terhadap Perjanjian Kerjasama Nomor 13 tertanggal 7 April 2014 dan telah terregister dengan Nomor perkara: 47013/11/ARB-BANI/2024 adalah kekeliruan besar. 

"Padahal faktanya jauh sebelum mengajukan permohonan arbitrase, kami telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap yayasan dengan register perkara No. 952/G/2018/PN.Jkt.Sel. melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam proses persidangan ternyata yayasan meminta kami untuk mencabut gugatan dan menyelesaikan permasalahan hukum secara damai," ujar OC Kaligis dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu 20 November 2024.

OC Kaligis juga menjelaskan, pihak Yayasan telah mengakui akan membayar senilai Rp 104 milliar lewat surat tugas Soehardjo Soebardi, dalam bentuk utang karena terjadinya wanprestasi yang dilakukan kepada Mitora. Diketahui, pengurus Yayasan Purna Bhakti Pertiwi yakni Siti Hardianti Hastuti Rukmana (Tutut) sebagai ketua umum, Bambang Trihatmojo sebagai sekretaris umum, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek) sebagai bendahara umum. 

"2018 kami menerima agar permasalahan ini selesai secara kekeluargaan, akan tetapi yayasan hanya membayar sebesar 16 milliar dan 14 milliar sehingga masih tersisa 74 milliar lagi yang hingga saat ini belum dibayarkan kepada Mitora," kata OC Kaligis. 

Pengakuan utang Rp 104 milliar oleh Yayasan terdapat di dalam Surat Tugas No. 01/Pem-YHK/ST/VI/2019 tertanggal 3 Juli 2019. 

"Faktanya Mitora telah kurang lebih 4 kali mengajukan gugatan sejak 2018, tetapi ditahun 2024 justru Yayasan mengajukan perkara BANI  dengan nomor perkara 47013/I/ARB-BANI/2024 terhadap Mitora dengan dasar wanpresatasi, tanpa dasar yang jelas dan melanggar prosedur, seperti uang perkara yang harusnya Mitora bayar, dibayarkan oleh yayasan agar cepat diputus oleh BANI," terang OC Kaligis. 

Dalam putusan BANI tertanggal 13 September 2024 dinyatakan bahwa Mitora wanprestasi dan akta perjanjian batal demi hukum, sekaligus Mitora harus membayar dana talangan kepada Yayasan Rp15 milliar. 

OC Kaligis mengomentari secara keras, perjanjian kerjasama pengelolaan komersial ini dilakukan oleh kebaikan bersama kedua belah pihak, akan tetapi di tengah jalan Yayasan memutus perjanjian secara sepihak, sehingga 2018 Mitora gugat. 

"Ya memang Mitora sudah lebih dari empat kalinya ke pengadilan melawan yayasan milik anak-anak Presiden Soeharto ini, 2018, 2021, 2024, sehingga saat ini kami ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk membatalkan putusan BANI yang banyak tipu muslihat dan banyak kejanggalan. Karena UU Arbitrase, jurisprudensi MA, dan putusan MK pun mengamini putusan BANI dapat dibatalkan apabila memenuhi beberapa unsur," ungkap OC Kaligis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya