Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

AS Izinkan Ukraina Serang Rusia, Minyak Dunia Langsung Naik 3 Persen

SELASA, 19 NOVEMBER 2024 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kembali meningkatnya eskalasi perang Rusia-Ukraina dan kabar penghentian produksi minyak mentah di ladang minyak Johan Sverdrup Norwegia telah mendorong harga minyak naik lebih dari 2 Dolar AS per barel. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup pada 73,30 Dolar AS per barel, naik 2,26 Dolar AS atau 3,2 persen pada Senin 18 November 2024 atau Selasa WIB. 

Sementara West Texas Intermediate AS ditutup pada 69,16 Dolar AS per barel, naik 2,14 Dolar AS atau 3,2 persen.


Sebelumnya Equinor - produsen minyak dan gas - mengatakan telah menghentikan produksi dari ladang minyak Johan Sverdrup, ladang minyak terbesar di Eropa Barat, karena pemadaman listrik di darat. 

"Pekerjaan untuk memulai kembali produksi sedang berlangsung," kata juru bicara Equinor, tanpa menjelaskan kapan produksi akan dilanjutkan.

Harga naik juga dipengaruhi meningkatnya kembali perang Rusia di Ukraina selama akhir pekan.

Ini terjadi setelah pemerintahan Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang jauh ke Rusia.

Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa Rusia akan menanggapi apa yang disebutnya sebagai keputusan sembrono oleh pemerintahan Biden, setelah sebelumnya memperingatkan bahwa keputusan seperti itu akan meningkatkan risiko konfrontasi dengan aliansi NATO yang dipimpin AS.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya