Berita

Pembacaan deklarasi Pemilihan 2024 bersama "Perempuan Berani Mengawasi dan Memilih #BersamaLawanDiskriminasi di depan Kantor Bawaslu, Minggu (17/11/2024)/Ist

Politik

H-10 Pencoblosan, Bawaslu Deklarasi Anti Diskriminasi Perempuan di Pilkada 2024

MINGGU, 17 NOVEMBER 2024 | 19:58 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Menuju pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024 yang tinggal 10 hari lagi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggelar Deklarasi anti diskriminasi perempuan, dalam momen car free day (CFD), di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu pagi, 17 November 2024.

Bawaslu menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak, Pidana Perdagangan Orang (TPPA-PPO) Bareskrim Polri, UN Women, Koalisi Perempuan, dan Kalyanamitra dalam deklarasi tersebut.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja memastikan, deklarasi anti diskriminasi perempuan di Pilkada Serentak 2024 dimaksudkan untuk menciptakan ruang dan kondisi yang aman bagi perempuan. 


"Kami menegaskan komitmen untuk menjaga dan memastikan ruang yang aman bagi perempuan agar dapat berpartisipasi tanpa intimidasi dan kekerasan," ujar Bagja didampingi Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, di depan Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. 

Dia memandang, seluruh pihak juga mesti memiliki komitmen yang sama dalam menolak kekerasan perempuan, serta melawan segala bentuk diskriminasi terutama terhadap perempuan dalam Pilkada Serentak 2024.

Sebelum acara deklarasi, Bawaslu bersama Kementerian PPPA, KPU, dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap perlindungan perempuan melakukan longmarch, dan turut mengkampanyekan serta mendeklarasikan perempuan berani mengawasi dan memilih.

Menurut Bagja, perempuan berperan sangat strategis dalam menciptakan pemilihan yang damai dan berintegritas. Bagja memandang berani mengawasi bukan hanya sekadar slogan, akan tetapi melakukan panggilan untuk menjaga demokrasi dari praktik-praktik diskriminatif dari perempuan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat bersinergi dan bersama-sama mengawasi dan mencegah segala bentuk diskriminasi dalam pemilihan, dengan begitu kita tidak hanya menjaga pemilihan tetapi menjaga dan menegakkan hak perempuan dalam pemilihan," tegas Bagja.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan, perempuan tidak hanya bisa memilih tetapi juga mempunyai potensi besar untuk dipilih karena berkualitas.

Menurut dia, partisipasi perempuan tidak hanya dilihat dari jumlahnya saja, karena perempuan Indonesia mempunyai hak untuk memilih secara cerdas, mendukung kandidat yang membawa visi misi terbaik, serta menolak segala bentuk politik uang dan diskriminasi.

"Tantangan kita ke depan bagaimana memastikan partisipasi perempuan menjadi lebih substansial dan berdampak nyata pada kualitas kepemimpinan daerah," papar Arifah.

Di samping itu, Anggota KPU Iffa Rosita mengungkapkan, setengah daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Seremtak 2024 terdiri dari pemilih perempuan. Maka dari itu, dia menilai perempuan menjadi entitas yang sangat penting untuk menentukan arah Pemilihan 2024.

"Saya ingin perempuan menjadi garda terdepan mengawal sukses Pemilihan 2024. Perempuan, harus berani, harus kritis dan terbuka menyampaikan seluh kesah terkait tahapan Pemilihan 2024," kata dia.

Turut hadir dalam acara deklarasi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Sekjend Kementerian PPPA, Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak, Pidana Perdagangan Orang (TPPA-PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Desy Andriany, UN Women, Kalyanamitra, serta para pengawas pemilu.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya