Berita

Media gathering dan nonton bareng Ahlulbait Indonesia di Islamic Cultural Center (ICC),Jakarta Selatan, pada Sabtu, 16 November 2024/Istimewa

Nusantara

Memperingati Hari Toleransi, ABI Merilis Film Dokumenter "Merawat Harmoni di Kota Kartini"

MINGGU, 17 NOVEMBER 2024 | 02:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bertepatan Hari Toleransi Internasional pada 16 November 2024, Ahlulbait Indonesia (ABI) merilis film dokumenter dengan menggelar acara media gathering dan nonton bareng di Islamic Cultural Center (ICC),Jakarta Selatan, pada Sabtu, 16 November 2024.

Film dokumenter tersebut berjudul "Merawat Harmoni di Kota Kartini" ini menelusuri kerukunan antarumat beragama di Jepara, Jawa Tengah, tempat di mana berbagai keyakinan hidup berdampingan dengan damai. Meski berbeda, mereka menjalin hubungan yang mencerminkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, menjadi gambaran nyata tentang keberagaman Indonesia.

Film ini menggali perspektif dari berbagai tokoh agama Hindu, Buddha, Kristen, Muslim Syiah, Muslim Sunni, MUI, serta tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah, dan pengamat.


Wakil Ketua ABI, Ustaz Ahmad Hidayat mengatakan, menonton film ini, seperti sedang menonton film Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena meramu merajut dan memperkuat identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia yang plural dalam satu ikatan persatuan.

"Di dalamnya ada nilai-nilai perlawanan. Mereka yang berjuang untuk persatuan, untuk toleransi, untuk membangun kehidupan yang harmonis dan damai, layak dibilang sebagai pejuang nasional. Karena itulah modal untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Ustaz Ahmad Hidayat di ICC, Sabtu 16 November 2024.

Film ini diharapkan ikut berkontribusi dalam rangka mendorong dan memperkuat nilai-nilai persatuan negara kita Republik Indonesia.

"Menjaga toleransi, menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat Indonesia di film ini menunjukkan bagaimana Jepara menjadi contoh kehidupan masyarakat yang harmonis meskipun beragam, selaras dengan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kita," tambahnya.

Billy selaku Wakil Ketua Bidang humas ABI Merilis Film Dokumenter ini dan menceritakan bagaimana hubungan antar umat beragama yaitu Kristiani, Hindu, Budha, dan muslim disana terjalin dengan baik, bahkan ternyata di antara umat Islam pun dengan berkeyakinan dan bermazhab Sunni dan Syiah pun berhubungan dengan baik.

"Kita juga waktu itu wawancara dengan seorang pegawai desa yang mengakui antara Sunni dan Syiah disitu mereka saling hidup bareng terus kemudian mereka juga melayani yang Sunni, yang Syi'ah atau yang agama lain itu juga sama," ujar Billy.

Billy kemudian mendapat cerita dari umat Hindu di sana bahwa di desa mereka itu para perangkat desanya itu sudah sadar terkait dengan keberagaman agama itu.

"Sehingga ketika ada sesuatu yang mungkin mau mengganggu Perangkat desanya sudah bisa meng-cover," imbuhnya.

ABI juga menyoroti isu Palestina sebagai salah satu konflik dunia yang membutuhkan solusi menyeluruh. Menurut Ustaz Ahmad Hidayat, jika entitas penjajah seperti Israel diakui sebagai negara, maka penjajahan di atas dunia tidak akan berakhir.

Film dokumenter ini memang menjadi episode pertama yang dirilis oleh ABI untuk sampel yang ada di Jepara. Diharapkan ABI bisa merilis kembali episode-episode berikutnya di berbagai daerah tentang toleransi beragama.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya