Berita

Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping/Net

Dunia

Biden dan Xi Jinping Akan Melangsungkan Pertemuan Terakhir di Peru

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 20:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba di Peru pada hari Kamis waktu setempat, 14 November 2024 untuk menghadiri KTT APEC, yang kemungkinan merupakan pertemuan terakhir mereka di tengah ketidakpastian diplomatik menyusul terpilihnya Donald Trump.

Pesawat Air Force One milik Biden mendarat di luar Lima, saat Xi, yang mendarat beberapa jam sebelumnya, diterima di istana presiden oleh pemimpin Peru Dina Boluarte.

Menurut laporan Gedung Putih, Biden dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral tertutup dengan Xi hari Sabtu, 16 November 2024.


"Kedua pemimpin diperkirakan akan mengadakan pembicaraan yang mencakup berbagai titik panas global, termasuk meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing, di sela-sela forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Lima, Peru," kata penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat AFP.

Dikatakan bahwa Biden akan menyuarakan kekhawatirannya atas kelompok yang terkait dengan Tiongkok yang baru-baru ini meretas telekomunikasi pribadi pejabat AS terkemuka.

"Presiden telah menunjukkan bahwa AS dan Tiongkok dapat mengelola perbedaan kita dan mencegah persaingan agar tidak mengarah ke konflik atau konfrontasi, dan dia melakukannya dengan memastikan pemeliharaan jalur komunikasi yang terbuka," tambahnya.

Biden dan Xi memulihkan perundingan tingkat pemimpin pada November lalu yang menghasilkan lebih banyak kerja sama dalam upaya antinarkotika tetapi sedikit kemajuan dalam isu-isu yang lebih besar seperti potensi konflik atas Taiwan.

Pemerintahan Demokrat menyelesaikan aturan bulan lalu yang membatasi investasi AS dalam kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan semikonduktor di Tiongkok yang akan mulai berlaku pada bulan Januari.

Kedua langkah tersebut ditolak oleh Tiongkok karena dianggap kontraproduktif.

Trump, seorang Republikan, telah berjanji untuk mengadopsi tarif menyeluruh sebesar 60 persen atas impor barang-barang Tiongkok oleh AS sebagai bagian dari paket tindakan perdagangan America First. Beijing menentang langkah-langkah tersebut.

Xi dilaporkan menelepon Trump minggu lalu untuk memberi selamat kepadanya atas kemenangannya dalam pemilihan umum pada 5 November.

Sementara Trump baru mulai menjabat pada 20 Januari mendatang.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya