Berita

Foto kegiatan KTT Investasi Arab-Afrika dan Kerjasama Internasional Sesi ke-27 di provinsi New Aswan, Mesir pada 11 November 2024/Ist

Dunia

KBRI Kairo Hadiri KTT Investasi Arab-Afrika dan Kerjasama Internasional di Mesir

KAMIS, 14 NOVEMBER 2024 | 23:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Atase Perdagangan, M. Syahran Bhakti S., Koordinator Fungsi Ekonomi, Tennike, Pelaksana Fungsi Ekonomi, Rifki Rustam Arsyad beserta Staf menghadiri kegiatan KTT Investasi Arab-Afrika dan Kerjasama Internasional Sesi ke-27 di provinsi New Aswan, Mesir. 

Menurut keterangan yang diterima redaksi pada Kamis, 14 November 2024, acara tersebut berlangsung sejak 11-15 November 2024 yang dibuka secara resmi oleh Mayjen Dr. Ismail Kamal, Gubernur Aswan.

Kegiatan diselenggarakan di bawah naungan Perdana Menteri  Mostafa Madbouly, dan Duta Besar Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab, di New Aswan.


KTT Investasi ini diinisiasi oleh Arab Women Investor Union dan dihadiri sejumlah petinggi berbagai negara, antaranya istri Presiden Republik Serbia Tamara Vucic, Sekjen Arab Chambers of Commerce Khaled Hanafy, Presiden Persatuan Investor Wanita Arab Hoda Yassa, pejabat Kementerian, kepala badan, pelaku bisnis, ekspor-impor, industri, dan investor dari negara Arab, Afrika dan Asia.

Gubernur Aswan, Ismail Kamal dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Persatuan Investor Wanita Arab, untuk mengajak para investor melihat peluang proyek-proyek investasi yang ada di Tanah Emas Aswan dan untuk mendukung industri dan transfer teknologi sejalan dengan pendekatan baru yang dipimpin oleh Presiden Mesir Abdul Al-Fattah Al-Sisi.

Gubernur Aswan menambahkan, Aswan memiliki daya tarik investasi baik dengan memanfaatkan kekayaan pertambangan, perikanan dan bahkan pertanian, selain berbagai sumber energi, serta letak geografisnya yang istimewa sebagai pintu menuju pasar Afrika melalui jalur darat, laut, sungai dan udara dan berupaya untuk melakukan ekspansi di kawasan Industri, investasi dan logistik, sambil mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi investor.

Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti di sela-sela KTT Investasi Arab Afrika ini menerangkan, KBRI Kairo senantiasa mendorong para pelaku usaha Mesir-Indonesia untuk meningkatkan arus perdagangan ekspor-impor kedua negara. 

"KTT internasional ini merupakan kesempatan baik untuk bertukar pengalaman bisnis ekspor-impor, investasi, pariwisata dan budaya antar negara peserta konferensi," ujarnya.

Atdag Syahran menambahkan, dari nilai perdagangan bilateral Indonesia-Mesir pada periode Januari-September 2024 sebesar 1,21 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 4,41 persen dari periode yang sama tahun 2023 sebesar 1,16 miliar dolar AS. 

Ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Januari-September 2024 sebesar 1,07 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 9,17 persen dibanding periode yang sama pada 2023 sebesar 988 juta dolar AS. 

"Dari total nilai perdagangan tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan surplus perdagangan dengan nilai surplus sebesar 942,3 juta dolar AS atau meningkat 15,98 persen dari periode yang sama tahun 2023," paparnya. 

Tennike, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kairo menambahkan, merujuk data Kementerian Investasi/BKPM RI, nilai investasi Mesir di Indonesia pada 1 dekade terakhir (2010-2023) mencapai 7,8 juta dolar AS.

Khusus untuk semester I tahun 2024, nilai investasi Mesir di Indonesia mencapai 855,3 ribu dolar AS. Meski mengalami perlambatan sebesar 9 persen dari periode yang sama tahun 2023, namun nilai inbound investment tersebut masih jauh melebihi capaian inbound investment Mesir di Indonesia tahun 2022 (366 ribu dolar AS), dan tahun 2021 (10 ribu dolar AS). 

Dikatakan bahwa proyek investasi Mesir di Indonesia tersebar di beberapa sektor, yaitu: perdagangan & reparasi, hotel & restoran, transportasi, gudang & telekomunikasi, dan jasa lainnya.

Kerja sama perdagangan RI-Mesir didasari oleh prinsip saling melengkapi, bukan saling berkompetisi. Baik Indonesia maupun Mesir saling membutuhkan sejumlah komoditi tertentu guna memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing, khususnya dalam upaya mendukung industri manufaktur.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya