Berita

Sosialisasi Pilgub DKI Jakarta 2024 kepada Ormas Oi Jakarta Timur/Ist

Politik

KPU-Bawaslu Libatkan OI Perangi Hoaks Pilkada Jakarta

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 02:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengajak organisasi Orang Indonesia (OI) untuk ikut memerangi hoaks dan disinformasi dalam Pilkada Jakarta 2024.

Komisioner KPU DKI Jakarta, Irwan Supriadi Rambe mengatakan, pelaksanan sosialisasi dan edukasi terkait Pilkada DKI Jakarta kepada warga terus digencarkan jelang tahapan pencoblosan pada 27 November 2024.

Hal itu dikatakan Irwan saat acara Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024 kepada Ormas OI Jakarta Timur, di SMKN 24, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu, 10 November 2024.


"Kita terus turun melakukan sosialisasi, termasuk kepada Gen Z atau pemilih pemula dengan menyambangi kampus dan sekolah-sekolah," kata Irwan.

Irwan menjelaskan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan partisipasi pemilih pada Pilkada Jakarta meningkat dibandingkan saat Pilpres dan Pileg.

"Angkanya sudah di atas 80 persen. Kita optimistis bisa lebih meningkat lagi," kata Irwan.

Ia mengajak peserta sosialisasi maupun masyarakat pada umumnya juga dapat memerangi hoaks dan disinformasi pada Pilkada Jakarta.

"Cermati dengan baik visi dan misi paslon," kata Irwan.

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Quin Pegagan mengatakan, di era perkembangan sosial media saat ini, masyarakat juga harus cerdas menyikapi sebaran informasi yang ada.

"Jangan sampai juga ikut share, padahal belum tahu pasti kebenaran informasi itu. Cek dan ricek informasi diperlukan. Apalagi, informasi itu tidak ada dalam pemberitaan media-media resmi," kata Quin.

Quin menjelaskan, saat pelaksanaan Pilkada kerap bermunculan hoaks yang berunsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) hingga permasalahan lokal kedaerahan.

"Perkembangan teknologi melalui AI dan Deepfake saat ini juga sangat perlu diwaspadai," kata Quin.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya