Berita

Dua pasangan calon pada acara debat Pilgub Sumut 2024 di Hotel Santika Dyandra, Medan/Ist

Politik

Debat Kedua Pilgub Sumut Cuma Jadi Ajang Saling Mempermalukan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2024 | 20:35 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Dua pasangan calon yang bertarung di Pilgub Sumut 2024 masih belum menjadikan debat sebagai ajang untuk kampanye dalam menjabarkan visi misi masing-masing. Antara kedua pasangan calon baik pasangan 01 Bobby Nasution-Surya maupun pasangan 02 Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala, masih terlihat menjadikan panggung debat Pilgub Sumut 2024 sebagai agenda untuk saling mempermalukan dan menjatuhkan.

“Dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh panelis, mereka justru berupaya menjawabnya dengan jawaban yang isinya mempermalukan paslon lain. Padahal, harusnya mereka menjabarkan visi mereka, program mereka tanpa menyenggol pasangan lain. Dengan begitu, jawaban mereka menjadi fokus dalam menanggapi pertanyaan yang disusun panelis,” kata pakar komunikasi, Prof Dr Iskandar Zulkarnain, Kamis, 7 November 2024.

Akademisi FISIP USU ini menjelaskan, situasi yang terjadi pada debat tahap dua itu akan semakin membuat masyarakat tidak tertarik terhadap Pilgubsu 2024. Karena debat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPUI) Sumut itu menjadi tidak optimal dalam menggali ide dan gagasan masing-masing pasangan calon.


“Padahal masyarakat kan menunggu itu, ide apa yang dimiliki pasangan calon, kemudian bagaimana ia menjabarkan programnya itu sehingga bisa dipahami masyarakat. Itu yang harusnya terjadi,” ujarnya.

Dengan dua kali penyelenggaraan debat Pilgub Sumut 2024, Prof Iskandar menilai masyarakat akan kembali tidak memahami kualitas para calon pemimpin tersebut.

“Ya efeknya itu tadi, pilgubsu menjadi tidak menarik bagi mereka,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya