Berita

Sesjen Wantannas Laksdya TNI T.S.N.B Hutabarat (kedua dari kanan)/Ist

Pertahanan

Sesjen Wantanas Sambangi Lembaga Think Tank Australia Bahas Isu Regional

SELASA, 05 NOVEMBER 2024 | 20:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sesjen Wantannas Laksdya TNI T.S.N.B Hutabarat didampingi Analis Kebijakan Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Informasi, Kedeputian Sistem Nasional Kolonel Laut (P) Firman Noegraha melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 3–8 November 2024. 

Tujuan dari kunjungan kerja ini untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga-lembaga penting di Australia.

“Indonesia dan Australia, sebagai tetangga kunci di kawasan Indo-Pasifik, memiliki kepentingan strategis yang sama dalam menjaga keamanan regional dan menangani ancaman kejahatan transnasional,” kata Laksdya Choky Hutabarat akrab disapa dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa, 5 November 2024.  


Lanjut dia, kunjungan kerja ini juga bertujuan untuk memperkuat diskusi bilateral mengenai tantangan keamanan bersama, dengan fokus pada keamanan regional, keamanan maritim dan pengembangan kebijakan strategis regional.

Hari pertama kunjungannya ke Australia, Sesjen Wantannas RI yang juga didampingi Perwakilan dari Kedutaan Besar Australia di Indonesia Ms. Sarah Collins melaksanakan lawatannya ke Lowy Institute, sebuah lembaga Think Tank independen yang berbasis di Sydney, Australia, yang fokus pada isu-isu kebijakan internasional dan hubungan luar negeri, terutama di kawasan Indo-Pasifik.

Kunjungan Sesjen Wantannas ini diterima oleh petinggi Low Institute yaitu Ms. Susannah Patton, selaku Director, Southeast Asia Program, Dr. Abdul Rahman Yaacob, sebagai Fellow Research, Southeast Asia Program, dan Richard MacGregor, Senior Fellow for East Asia. Lowy Institute adalah lembaga independen yang didirikan pada tahun 2023 ini bertujuan untuk memberikan analisis, penelitian, dan wawasan mendalam tentang berbagai tantangan global dan regional, seperti keamanan, ekonomi, dan perubahan iklim. 

Lowy Institute juga sering berperan sebagai wadah dialog antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lain untuk mengembangkan strategi kebijakan luar negeri yang relevan bagi Australia dan negara-negara di sekitarnya.

Selain Lowy Institue, Sesjen Wantannas juga melakukan dialog kebijakan dengan Think Tank terkemuka lainnya dan Institusi pemerintah Australia, antara lain Universitas of Wollongong (UoW), Australian Border Force (ABF), Office of National Intelligence (ONI), Australian Strategic Policy Institute (ASPI), dan Department Foreign and Trade (DFAT) Australia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya