Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Penjualan Ponsel Meningkat, Erajaya Kantongi Laba Bersih Rp791 Miliar

SELASA, 29 OKTOBER 2024 | 18:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengantongi laba bersih Rp791,16 miliar hingga kuartal III 2024.

Angka tersebut meroket 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan laba sebesar Rp494,83 miliar.

Kenaikan ini membuat laba per saham Erajaya naik menjadi Rp50,13 per saham dari sebelumnya hanya Rp31,35 per saham.


Analis Stockbit Sekuritas, Reynaldo Mulya menilai, capaian laba bersih ERAA melampaui ekspektasi karena setara 83 persen dari estimasi konsensus laba sepanjang 2024.

Adapun kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha ERAA yang naik sebesar 13,5 persen, menjadi Rp48,60 triliun. 

Dalam kinerja periode ini, segmen telepon seluler dan tablet mendominasi pemasukan senilai Rp39,42 triliun. Sementara penjualan komputer dan peralatan elektronik lain yang mencapai Rp1,94 triliun.

Selain itu, Erajaya juga mencatat peningkatan pada margin laba kotor dan peningkatan pada pos pendapatan lainnya yang tumbuh karena masifnya promosi. Margin laba kotor ERAA hingga kuartal III-2024 naik 12 persen, sementara pendapatan lainnya naik signifikan dari Rp5 miliar menjadi Rp60 miliar.

"Sehingga laba usaha meningkat 119 persen menjadi Rp520 miliar," kata Reynaldo dalam risetnya, Selasa 29 Oktober 2024.

Di sisi lain, neraca ERAA juga meningkat, dengan nilai aset perusahaan tumbuh 15,17 persen menjadi Rp23,55 triliun. Sementara posisi kas akhir September 2024 masih tersisa Rp1,44 triliun.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya