Berita

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja (tengah), dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 28 Oktober 2024/RMOL

Politik

Ada 195 Kasus Netralitas Aparat Desa selama Kampanye Pilkada 2024

SENIN, 28 OKTOBER 2024 | 19:41 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendapat laporan dan menemukan hampir 200 dugaan pelanggaran netralitas aparatur desa atau kelurahan selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, dalam jumpa pers di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 Oktober 2024.

"Sampai dengan tanggal 28 Oktober 2024, total terdapat 195 kasus yang tersebar di 25 provinsi," ujar Bagja. 


Dari 195 kasus dugaan pelanggaran netralitas aparatur desa yang didapati Bawaslu, tidak semuanya ditindaklanjuti karena ternyata ada yang tidak memenuhi syarat. 

"(Terdapat) 59 temuan dan 136 laporan. (Kemudian rincian jumlah kasus usai dilakukan penelusuran ada) 130 diregister, 55 tidak diregister, dan belum diregister 10 perkara," papar Bagja. 

Lebih lanjut, Anggota Bawaslu RI dua periode itu menyebutkan, dari total 130 perkara yang diregister, sebanyak 12 perkara merupakan tindak pidana pelanggaran pemilihan.

"Sedangkan 97 (perkara) merupakan pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya, dan 42 bukan pelanggaran," jelas Bagja.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya