Berita

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat inspeksi pasukan Parade Senja di Lapangan Akmil, Magelang, Jumat, 25 Oktober 2024/Repro

Publika

Super Gokil

SABTU, 26 OKTOBER 2024 | 11:40 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

SIAPA bilang dunia politik itu membosankan? Kali ini Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengangkut ratusan punggawanya ke Akademi Militer Lembah Tidar dengan pesawat Super Hercules C-130 J. Seolah-olah ia ingin mengundang kita menyaksikan sebuah pertempuran.

Bayangkan, para petinggi yang biasanya berkeliaran di ruang rapat yang nyaman, kini harus berjuang dengan terbang menggunakan pesawat angkut militer.

Saya ingat, pengalaman saya naik pesawat militer yang sama saat meliput perang Irak-Kuwait —seperti naik gerobak tanpa kursi, tapi lebih berisik.


Apakah dengan ini, Prabowo ingin mengajarkan timnya cara beradaptasi di segala kondisi, termasuk terbang dengan pesawat yang lebih cocok untuk angkut barang ketimbang angkut manusia?

Apakah ini pembekalan untuk menghadapi tantangan kerja dengan medan tempur lima tahun yang diketahui begitu berat?

Mungkin, di balik pengangkutan yang "gokil" ke Magelang, Jawa Tengah, ini ada sebuah filosofi Prabowo: "Kalau mau jadi pemimpin, harus siap dengan segala rintangan."

Sebelum terbang, Prabowo sempat menekankan pentingnya kerja sama tim, terikat dalam tim (bond in team). Saya bisa membayangkan betapa para menteri itu berusaha membangun chemistry di udara —mencoba berbagi pengalaman sambil terbang dan berdoa agar pesawat tidak mengalami turbulence yang bisa merusak suasana hati.

Setelah mendarat, rombongan Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan dan Utusan Khusus ini tak langsung mendapatkan hotel bintang lima. Mereka ditampung di barak-barak militer, tapi jangan salah, fasilitasnya sekelas perkemahan haji VVIP di Arafah.

Ada kasur dan AC! Entah apakah ini strategi Prabowo untuk menekankan pada pentingnya "perjuangan", atau mungkin hanya untuk memastikan agar para menteri tidak terlalu "kelelahan" untuk mengikuti instruksi yang bakal diberikan.

Mungkin juga, Prabowo ingin mereka merasakan bagaimana rasanya hidup dalam kesederhanaan, sambil tetap dimanjakan dengan kenyamanan yang cukup.

Bayangkan, “Berjuang di lapangan, tapi tetap nyaman!” Yang pasti, dia memilih Lembah Tidar karena histori wilayah ini. Di situ pernah terjadi sejumlah pertempuran sangat menentukan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Selanjutnya, seragam loreng Komando Cadangan (Komcad) lengkap dengan sepatu khas militer diberikan kepada mereka. Apakah ini langkah awal untuk menciptakan kabinet yang siap tempur?

Mungkin Prabowo ingin menterinya tidak hanya terlihat serius, tetapi juga merasa seperti sedang bersiap untuk misi rahasia —misi untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik, tentu saja!

Keterikatan pada seragam ini, di sisi lain, bisa jadi merupakan pengingat bahwa meskipun mereka menteri, mereka juga bagian dari "tentara" rakyat yang harus berjuang demi kemajuan bangsa.

Dengan disuruh mengenakan seragam itu, mereka secara tak langsung diangkat menjadi prajurit Komcad yang siap terjun ke medan tempur, sebuah pertempuran melawan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan, dan korupsi.

Presiden Prabowo mengisi sesi olah raga pagi dengan latihan baris-berbaris. Dia pun menjelaskan, dengan latihan baris-berbaris, Kabinet Merah Putih bisa bergerak seirama, dan menuju tujuan yang sama.

"Pemerintah tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan sebagai tim," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sistem pertahanan yang baik adalah sistem pertahanan rakyat semesta. Artinya, tiap warga negara harus siap sedia membela negaranya.

Dan tidak kalah pentingnya, acara pembekalan ini dirancang berlangsung selama lima hari, dari Kamis hingga Ahad, 27 Oktober 2024. Sebuah waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan segala hal yang "gokil."

Dalam rentang waktu itu, kita membayangkan kegiatan-kegiatan menarik, seperti latihan baris-berbaris tadi, teknik komunikasi, atau mungkin sesi motivasi yang diisi oleh pembicara dari kalangan militer dan penggiat seni. Jangan lupa, mungkin juga ada waktu untuk menonton film perang.

Apakah tindakan Prabowo ini sejalan dengan ajaran yang diperolehnya di dunia militer? Tentu saja! Kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat juang merupakan inti dari pelatihan militer. Namun, juga jangan lupakan pengaruh buku-buku inspiratif, terutama karya Paulo Coelho yang terkenal, dalam dirinya.

Di "Kitab Suci Kesatria Cahaya", misalnya, Prabowo belajar tentang pentingnya keberanian, kepercayaan diri, dan semangat untuk terus maju. Mungkin Prabowo ingin agar para pembantunya tidak hanya memahami tugas mereka, tetapi juga merasakan semangat seorang ksatria yang bercahaya dalam melaksanakan amanahnya.

Terus terang, kita harus memberi jempol untuk Prabowo. Dia tidak hanya mengadakan pembekalan dengan cara yang tidak biasa, tetapi juga menyelipkan pesan-pesan moral dan filosofis di balik setiap kegiatan.

Meskipun terdengar seru seperti di latihan Pramuka, ada satu hal yang jelas: Prabowo ingin menterinya memahami betapa pentingnya persatuan dan semangat juang dalam menjalankan tugas.

Semoga, setelah menjalani pengalaman yang "gokil" ini, mereka bisa kembali dengan semangat yang membara—siap untuk membangun Indonesia yang lebih baik!

Penulis adalah Pemerhati Kebangsaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tadabbur Al Qur'an

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya