Berita

Joko Widodo/Ist

Politik

Dorong Jokowi jadi Jurkam Cakada, PPP Tak Beretika

JUMAT, 25 OKTOBER 2024 | 20:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuai kritik pedas dari publik, lantaran mendorong Presiden Joko Widodo menjadi juru kampanye (jurkam) salah satu pasangan calon kepala daerah (cakada) di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai, keinginan PPP agar Jokowi ikut berkampanye untuk salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah, meskipun sudah purna tugas dari Presiden ketujuh RI potensi menimbulkan persepsi tidak baik di publik.

"Ini masalah etika, pak Jokowi kan mantan presiden yang seharusnya menjadi bapak bangsa, putranya masih menjadi wakil presiden," kata sosok yang kerap disapa Hensat itu, dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Jumat, 25 Oktober 2024.


Menurutnya, konflik kepentingan masih akan mencuat ketika Jokowi ikut serta dalma kampanye salah satu pasangan cakada, mengingat putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka kini menjabat sebagai wakil presiden.

Apalagi, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mendapati Gibran terlihat bersama dalam momen tertentu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yang didukung PPP, yakni Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

"Tanpa berkampanye untuk Ahmad Luthfi saya rasa publik sudah tahu jika Jokowi mendukung Ahmad Luthfi, ditambah lagi Gibran meski sudah terpilih menjadi wakil presiden ia ikut mengantarkan Luthfi ke KPU dan terlihat beberapa kali bersama Luthfi," tuturnya.

Karena itu, Hensat berpendapat Jokowi seharusnya tak berdiri di kandidat mana pun di Pilkada Serentak 2024, terutama Pilgub Jawa Tengah kali ini. Sehingga, sebagai Presiden ke-7 RI dia bisa menjadi bapak bangsa yang mengayomi seluruh kandidat Pilkada Serentak 2024.

"Ada dua alasan mengapa ia tak boleh berpihak, pertama dia adalah Presiden ke-7, kedua putranya menjabat sebagai Wakil Presiden, harusnya ia bisa menjadi bapak bangsa yang mengayomi seluruh kandidat, itu baik untuk demokrasi," demikian Hensat menutup.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya