Berita

Pembentukan Kabinet Merah Putih (Foto: Antara)

Bisnis

Rupiah Sambut Kabinet Prabowo, IHSG Belum Tembus 7.800

SELASA, 22 OKTOBER 2024 | 00:51 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sambutan hangat investor terhadap pembentukan Kabinet Merah Putih terlihat kurang menggigit. Di tengah bervariasinya gerak indeks di bursa utama Asia, pelaku pasar di Jakarta kesulitan untuk menemukan tambahan amunisi sentimen positif untuk melakukan aksi akumulasi lebih agresif. Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terjebak dalam rentang terbatas di sepanjang sesi perdagangan pembukaan pekan ini, Senin 21 Oktober 2024.

Pantauan bahkan menunjukkan, gerak IHSG yang sempat terjatuh di zona koreksi terbatas setelah mengawali sesi pagi dengan melonjak signifikan. Sikap investor nampaknya berupaya memberikan sambutan positif pada terbentuknya Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto, namun kesulitan menemukan sentimen positif tambahan.

Sementara kepungan sentimen di bursa regional terlihat meragukan, aksi akumulasi akhirnya terbatasi untuk menjadikan IHSG Naik dalam kisaran moderat. IHSG akhirnya menutup sesi hari ini dengan naik tipis 0,16 persen di 7.772,59 dan gagal menembus level psikologisnya di kisaran 7.800.


Pantauan lebih jauh dari jalannya sesi perdagangan menunjukkan, kinerja saham unggulan yang bervariasi sebagai cermin dari optimisme investor yang masih berhati-hati. Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berhasil mencetak kenaikan, seperti: BBRI, ASII, BMRI, PGAS, dan ISAT.

Namun sejumlah besar saham unggulan lainnya justru masih bergulat di zona merah, seperti: BBCA, BBNI, ADRO, PTBA, SMGR, JPFA serta INDF dan ICBP. Sesi perdagangan kali ini juga diwarnai dengan lonjakan tajam sejumlah saham yang tergabung dalam kelompok konglomerasi Aburizal Bakrie. Saham Darma Henwa, DEWA kembali melonjak tajam 10,34 persen dengan menjejak posisi Rp96. Saham Bakrie lainnya yang membukukan lonjakan tajam adalah ENRG dan VKTR yang melesat masing-masing 3,44 persen dan 5,16 persen.

Sementara dari sesi perdagangan di Asia menunjukkan, kinerja Indeks yang mixed dalam membuka pekan ini. Sentimen dari keputusan Bank Sentral China yang menurunkan suku bunga kredit sebesar 0,25 persen gagal mengangkat optimisme investor di Asia.

Hingga sesi perdagangan ditutup, Indeks Nikkei (Jepang) tergelincir merah dengan turun tipis 0,07 persen di 38.9546, sementara indeks ASX200 (Australia) menanjak 0,74 persen di 8.344,4 dan Indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,43 persen di 2.604,92. Laporan lebih jauh juga menunjukkan, sesi pembukaan perdagangan di bursa utama Eropa yang juga mixed sebagai cermin dari keraguan investor di benua biru itu.

Ketiadaan sentimen dari agenda rilis data perekonomian terkini di awal pekan ini semakin menjebak pelaku pasar dalam keraguan.

Rupiah Gagal Berbalik Positif

Kinerja lebih muram terjadi di pasar uang dengan nilai tukar Rupiah yang semakin melemah di sesi perdagangan sore ini. Pantauan RMOL menunjukkan, Rupiah sempat menguat signifikan dalam mengawali sesi perdagangan pagi namun kemudian beralih melemah. Upaya pelaku pasar menyambut positif terbentuknya Kabinet Merah Putih dengan dipertahankannya Menteri keuangan Sri Mulyani, dengan mudah tertepis oleh kesuraman yang sedang mendera pasar uang global.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, seluruh mata uang utama dunia yang kembali mengalami tekanan jual dalam membuka pekan ini. Meski tekanan jual yang terjadi masih dalam rentang moderat, tiadanya sentimen dari agenda rilis data perekonomian terkini membuat pelaku pasar di Asia kesulitan untuk sekedar beralih optimis.

Hal ini menyulitkan mata uang Asia untuk beralih menguat. Pantauan menunjukkan, hampir seluruh mata uang Asia yang jatuh dalam zona pelemahan tipis. Pelemahan paling parah terjadi pada mata uang Baht Thailand yang merosot hingga kisaran 1 persen. Terkhusus pada Rupiah, hingga sore ini masih diperdagangkan di kisaran Rp15.490 per Dolar AS atau melemah moderat 0,2 persen.

Rupiah terlihat kesulitan untuk beralih ke zona penguatan dalam menjalani sesi perdagangan sore.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya