Berita

Amazon/Net

Bisnis

Amazon Tanam Modal Rp7,75 Triliun untuk Kembangkan Energi Nuklir Demi Dukung AI

JUMAT, 18 OKTOBER 2024 | 12:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amazon mengumumkan investasi senilai 500 juta Dolar AS, atau sekitar Rp7,75 triliun di sektor energi nuklir. 

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi permintaan daya listrik yang semakin tinggi, terutama untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang memerlukan pasokan energi besar.

Investasi tersebut diumumkan pada pekan ini, bersamaan dengan langkah serupa yang diambil oleh perusahaan teknologi lain seperti Microsoft dan Google, yang tengah memperluas kapasitas pusat data global mereka dan mencari sumber energi baru. 


Seperti dikutip AFP pada Jumat 18 Oktober 2024, Amazon telah menandatangani tiga perjanjian untuk mengembangkan Reaktor Modular Kecil (SMR). Reaktor ini dinilai lebih aman dan efisien dibandingkan reaktor tradisional, namun teknologi tersebut masih dalam tahap awal dan belum sepenuhnya disetujui oleh regulator.

"Salah satu cara tercepat untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan mentransisikan masyarakat kita ke sumber energi bebas karbon. Dan energi nuklir itu tidak hanya bebas karbon, tetapi juva dapat ditingkatkan skalanya. Itulah alasan Amazon menjadikan ini sebagai area investasi penting," kata CEO Amazon Web Services, Matt Garman.

Menurut jurubicara Amazon, pihaknya berencana bekerja sama dengan Energy Northwest untuk membangun empat unit SMR canggih di Negara Bagian Washington, yang diperkirakan akan mampu menghasilkan daya hingga 960 megawatt (MW) pada awal dekade 2030-an. 

Selain itu, Amazon juga mendukung pengembangan proyek-proyek nuklir lain dengan bergabung dalam pendanaan 500 juta Dolar AS di perusahaan pengembang SMR, X-energy.

Kerja sama dengan Dominion Energy juga dilakukan untuk mengeksplorasi pengembangan proyek SMR di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir North Anna di Virginia. Proyek ini diharapkan dapat menyuplai tambahan daya sebesar 300 MW guna mengimbangi lonjakan permintaan listrik di masa mendatang.

Tidak hanya Amazon, Google dan Microsoft juga tengah aktif mencari solusi energi nuklir. Google baru-baru ini menandatangani kesepakatan dengan Kairos Power, sementara Microsoft berencana memanfaatkan listrik dari fasilitas nuklir Three Mile Island yang kembali dioperasikan.

Dengan meningkatnya permintaan listrik akibat penggunaan AI, Goldman Sachs memperkirakan bahwa pada tahun 2030, permintaan daya pusat data akan melonjak hingga 160 persen, dengan teknologi AI menyumbang hampir 19 persen dari total kebutuhan listrik pusat data pada 2028.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya