Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Di Tengah Penyehatan Kinerja, Utang Waskita Karya Turun Rp 3 Triliun

JUMAT, 18 OKTOBER 2024 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat kenaikan laba bruto sebesar 33,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,03 triliun pada kuartal III-2024, dibandingkan dengan Rp773,93 miliar pada periode yang sama tahun 2023. 

Gross Profit Margin (GPM) perseroan juga naik menjadi 15,19 persen, dari sebelumnya 9,90 persen pada kuartal III tahun lalu. EBITDA Waskita meningkat 141 persen, dari Rp252 miliar menjadi Rp609 miliar per September 2024.

Total utang Waskita pun menurun sekitar Rp3 triliun menjadi Rp80,58 triliun, dari Rp83,99 triliun pada Desember 2023. Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa peningkatan laba bruto dan penurunan utang ini merupakan hasil dari upaya penyehatan yang dilakukan perseroan. Beberapa langkah yang diambil termasuk selektif dalam pemilihan proyek melalui Komite Manajemen Risiko Konstruksi, menghindari proyek turnkey, menggunakan pembayaran bulanan, serta mempercepat konversi tagihan bruto menjadi penerimaan kas.


Selain itu, beban operasional Waskita juga turun sebesar 14 persen atau Rp140 miliar, dari Rp1,004 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 864,56 miliar pada periode yang sama tahun ini. 

"Waskita terus berkomitmen untuk melakukan efisiensi di setiap lini bisnis, termasuk pengelolaan proyek secara tepat waktu dan biaya, optimalisasi sumber daya, serta digitalisasi dari induk hingga proyek," ujar Ermy dalam keterangan resminya pada Jumat 18 Oktober 2024.

Ermy menambahkan bahwa digitalisasi yang diterapkan mencakup penguatan System Analysis and Product in Data Processing (SAP) dan Enterprise Resource Planning (ERP) guna mendukung pengelolaan keuangan dan akuntansi. Sentralisasi procurement, engineering, serta penerapan lean construction pada beberapa proyek juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis Waskita.

Proyek-proyek Waskita juga telah mengimplementasikan Building Information Modelling (BIM), yang dapat mengidentifikasi potensi kendala teknis sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian proyek. BIM digunakan di berbagai proyek, termasuk proyek Jalan Tol IKN Segmen 5A Simpang Tempadung-Pulau Balang, dengan berbagai inovasi digital seperti Sistem Penakar Hujan Otomatis dan pengambilan data fotogrametri menggunakan drone.

Penerapan digitalisasi ini membantu Waskita memenangkan penghargaan Bentley Awards Founder’s Honors dalam kategori jalan tol dan jalan raya untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Waskita berkomitmen untuk kembali fokus pada core business sebagai kontraktor murni, dengan memaksimalkan keahliannya di bidang pembangunan jalan, jembatan, gedung, infrastruktur air, dan lainnya. Perseroan juga berhasil mendapatkan persetujuan dari 22 kreditur perbankan terkait penyempurnaan Master Restructuring Agreement (MRA) 2021 dengan nilai outstanding Rp26,3 triliun, serta persetujuan Pokok Perubahan Perjanjian Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) sebesar Rp5,2 triliun dari lima kreditur.

Waskita juga telah mendapat persetujuan atas tiga dari empat seri obligasi non-penjaminan, dengan pembayaran kupon restrukturisasi yang telah dilakukan. Untuk satu seri obligasi non-penjaminan yang belum mendapat persetujuan, perseroan masih melakukan komunikasi intensif dengan pemegang obligasi guna mencapai kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) berikutnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya