Berita

Polisi New York menghentikan pengunjuk rasa pro-Palestina yang merantai diri mereka ke Bursa Efek New York selama protes hari Senin waktu setempat, 14 Oktober 2024/Reuters

Dunia

Polisi New York Tangkap 206 Demonstran Pro-Palestina

SELASA, 15 OKTOBER 2024 | 09:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi unjuk rasa yang dilakukan demonstran pro-Palestina di luar Bursa Efek New York berakhir dengan intervensi dari pihak kepolisian setempat.

Mengutip laporan AFP pada Selasa, 15 Oktober 2024, kepolisian New York atau NYPD telah menangkap lebih dari 200 demonstran yang menggelar protes untuk mendesak pemerintah Amerika Serikat agar berhenti membantu Israel.

"Sebanyak 206 orang ditangkap," ungkap juru bicara NYPD tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.


Menurut saksi, terjadi bentrokan selama protes dipicu oleh puluhan demonstran yang melewati pagar keamanan polisi di luar gedung utamanya di Broad Street.

Para pengunjuk rasa, banyak dari mereka dari kelompok aktivis seperti Jewish Voice for Peace, meneriakkan "biarkan Gaza hidup" dan "hentikan pendanaan genosida" di depan gedung ikonik bursa saham di dekat Wall Street, di Manhattan bagian bawah.

Kelompok-kelompok Yahudi yang terlibat dalam protes tersebut mengatakan sekitar 500 demonstran hadir. Bursa saham tersebut belum memberikan komentar.

Para pengunjuk rasa melampiaskan kemarahan mereka kepada kontraktor pertahanan dan produsen senjata Amerika. Yang lainnya meneriakkan slogan-slogan yang menentang serangan Israel di Lebanon.

“(Ratusan) orang Yahudi dan kawan-kawan menutup Bursa Efek New York untuk menuntut AS berhenti mempersenjatai Israel dan mengambil untung dari genosida,” kata Jewish Voice for Peace di X.

Israel membantah tuduhan genosida di Pengadilan Dunia, dan mengatakan operasi militernya di Gaza menargetkan militan Hamas.

Ada juga sejumlah kecil demonstran pro-Israel di lokasi tersebut, yang membawa bendera Israel.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya