Berita

Ilustrasi (Foto: datatempo.co)

Bisnis

Saham Indomie Kian Harum, IHSG Bangkit 0,54 Persen

JUMAT, 11 OKTOBER 2024 | 23:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kejutan gembira mewarnai sesi penutupan perdagangan pekan ini di bursa saham Indonesia. Setelah terengah-engah dalam beberapa hari sesi sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu mencetak lonjakan signifikan. Gerak naik kali ini terjadi di tengah situasi yang tak terlalu bersahabat dari sesi perdagangan di bursa global dan Asia.

Pelaku pasar di Jakarta nampaknya mulai mencoba mengevaluasi tekanan jual yang terlalu curam dalam beberapa hari belakangan. Aksi balik tekanan beli kemudian terjadi dengan mengangkat sejumlah besar saham hingga melonjakkan IHSG. Pantauan RMOL memperlihatkan, kinerja saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan yang hampir seluruhnya melonjak dalam rentang bervariasi dan cenderung tajam. Saham unggulan tercatat hanya menyisakan BBCA, TLKM dan ASII yang belum mampu beralih hijau.

Salah satu saham unggulan yang melonjak signifikan adalah ICBP. Saham perusahaan dalam group konglomerasi Salim yang merupakan pabrikan mi instant bermerek "Indomie" itu konsisten menginjak zona penguatan. Saham ICBP melonjak 1,65 persen dengan menjejak posisi Rp12.250. Kinerja saham ICBP tersebut, praktis "lebih harum" ketimbang aroma Indomie yang populer di Indonesia.


Sementara pada jalannya sesi perdagangan secara keseluruhan, IHSG terkesan konsisten menjejak zona penguatan tajam di sepanjang sesi perdagangan. IHSG kemudian menutup sesi akhir pekan dengan melesat 0,54 persen di 7.520,6. Kinerja IHSG kali ini terlihat menonjol dibanding situasi di bursa global dan Asia. Pantauan menunjukkan, gerak Indeks di bursa global yang cenderung mengalami tekanan jual hingga mixed.

Laporan lebih jauh menyebutkan, sentimen dari rilis data inflasi AS terkini yang menjadi latar cenderung lesunya gerak indeks. Otoritas AS merilis besaran inflasi bulanan yang mencapai 0,2 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi investor di kisaran 0,1 persen. Sementara secara tahunan, inflasi AS sebesar 2,4 persen yang lagi lagi lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar di kisaran 2,3 persen.

Pelaku pasar menilai kinerja inflasi tersebut yang kurang menyokong prospek penurunan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Sikap pesimis akhirnya tumbuh untuk sekaligus memupus rekor tertinggi Indeks Wall Street yang dicetak pada hari sebelumnya. Kelesuan di Wall Street tersebut kemudian menjadi beban bagi sesi perdagangan di Asia penutupan pekan ini, Jumat 11 Oktober 2024. Gerak mixed Indeks dalam rentang moderat akhirnya menjadi opsi.

Hingga sesi perdagangan berakhir, Indeks Nikkei (Jepang) berhasil melonjak 0,57 persen di 39.605,8, sementara indeks ASX200 (Australia) terpeleset turun 0,1 persen di 8.214,5, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) melemah tipis 0,09 persen di 2.596,91. Kecenderungan indeks di Asia terjebak di rentang moderat terlihat tak menyurutkan optimisme di kalangan pelaku pasar di Jakarta.

Tiadanya sentimen domestik dalam sesi penutupan pekan ini, justru mengukuhkan gerak IHSG mengikuti pola teknikalnya. Sebagaimana dimuat dalam ulasan sebelumnya, tinjauan teknikal yang menunjukkan IHSG yang telah solid berada dalam tren pelemahan. Dan gerak naik yang terjadi hari ini, tak lebih dari konsekuensi teknikal usai mengalami serangkaian tekanan jual dalam beberapa hari sebelumnya.

Rupiah Menguat Signifikan

Kinerja positif juga ditorehkan nilai tukar Rupiah di pasar uang dalam menutup pekan ini. Pantauan menunjukkan, Rupiah yang terlihat konsisten menapak di rentang terbatas di sepanjang sesi. Sentimen dari rilis data inflasi AS tidak berimbas secara signifikan pada Rupiah.

Pantauan lebih rinci menunjukkan, rilis data inflasi AS yang memang sempat menghadirkan tekanan jual pada mata uang utama dunia seperti Euro, Poundsterling dan Dolar Australia. Namun 6 jam setelah rilis data inflasi situasi mereda hingga nilai tukar mata uang utama dunia berbalik seperti sebelumnya.

Pola demikian kemudian menjadikan sentimen yang jauh dari suram pada sesi perdagangan di Asia. Gerak nilai tukar mata uang Asia terlihat kompak menjejak di rentang moderat. Beruntungnya, Rupiah mampu menjejak zona hijau di tengah bervariasinya mata uang Asia. Gerak menguat Rupiah terlihat semakin menanjak di pertengahan sesi perdagangan sore.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah terpantau masih bertengger di kisaran Rp15.575 atau menguat signifikan 0,54 persen. Dollar Hong Kong, Dolar Singapura, dan Rupee India terpantau masih menginjak zona pelemahan tipis dan rentan untuk beralih menguat. Sedangkan Baht Thailand, Peso Filipina, dan Yuan China bersama Rupiah masih bertahan menguat.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya