Berita

Ilustrasi kebun teh/Wikipedia

Bisnis

Panas Ekstrem Bikin Harga Teh Hitam India dan Sri Lanka Meroket

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 11:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perubahan iklim yang menyebabkan panas ekstrem dan munculnya penyakit di perkebunan telah membuat harga teh hitam di India dan Sri Lanka meningkat tajam.

Dikutip dari Nikkei Asia, Kamis 10 Oktober 2024, harga lelang patokan teh dari India utara rata-rata sekitar 260 rupee (Rp46.607) per kilogram pada akhir September 2024. Naik sekitar 30 persen dari tahun ke tahun. 

Harga teh India mulai naik pada bulan April tahun ini.


Produksi teh di India utara dimulai sekitar bulan Februari dan mencapai puncaknya pada akhir bulan Maret. Siram pertama yang dipanen dari bulan Maret hingga Mei dan siram kedua dari bulan Mei hingga Juli adalah daun teh berkualitas tinggi yang banyak dicari.

Suhu yang sangat panas tahun ini menyebabkan kerusakan kekeringan yang meluas di daerah penghasil teh dari bulan Maret hingga Mei. Hujan lebat di wilayah Assam pada bulan Juni memicu kerusakan banjir lokal.

Munculnya jamur yang menyerang daun teh ikut menambah masalah petani. Meskipun bisa mati karena sinar matahari, jamur tersebut sulit diberantas selama musim hujan di India dari bulan Juni hingga September. 

Untuk diketahui, penyemprotan pestisida melanggar aturan ekspor ke Jepang, Eropa, dan AS, sehingga produsen yang mengirim ke wilayah tersebut membatasi penggunaannya, yang memungkinkan penyakit tersebut menyebar.

"Selain panen yang buruk tahun ini, hanya ada sedikit persediaan yang tersisa dari tahun lalu," kata Kazuya Takeda, manajer pemasaran dan perencanaan produk penjual teh Mitsui Norin di Jepang.

"Permintaan di India kuat, jadi pasokannya terbatas," ujarnya.

Sementara itu, panen di Sri Lanka, produsen teh hitam terkemuka lainnya, telah menurun dalam beberapa tahun terakhir karena negara itu berjuang untuk pulih dari krisis ekonomi. 

Kurangnya mata uang asing telah mempersulit impor pupuk yang cukup, sementara kurangnya uang tunai secara umum telah menghambat penanaman kembali pohon-pohon tua yang hasilnya telah menurun. 

"Butuh waktu bagi produksi Sri Lanka untuk pulih," kata seorang asisten manajer di grup makanan dan minuman Jepang S. Ishimitsu.

Harga lelang rata-rata di ibu kota, Kolombo, sekitar 1.215 rupee Sri Lanka (sekitar Rp65.000) per kg pada bulan Oktober, sekitar dua kali lipat harga pada bulan Oktober 2021 sebelum krisis ekonomi.

Kenaikan harga teh hitam Sri Lanka juga membuat harga teh dari India utara menjadi lebih mahal. Teh-teh ini dapat saling menggantikan karena ditanam pada ketinggian yang sama dan memiliki kualitas yang sama.

Sejak krisis ekonomi, tanpa adanya prospek peningkatan produksi di Sri Lanka, importir Barat telah mengalihkan pengadaan ke India utara, yang mendorong kedua harga tersebut bergerak bersamaan.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya