Berita

Presiden Maladewa Mohamed Muizzu dan Perdana Menteri India Narendra Modi

Dunia

Mohamed Muizzu: India Selalu Hadir Membantu Maladewa

RABU, 09 OKTOBER 2024 | 05:28 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Kunjungan Presiden Maladewa Mohamed Muizzu ke India bertujuan untuk membangun fondasi hubungan yang lebih kuat dan luas antara New Delhi dan Male serta memetakan batas-batas baru keterlibatan kedua negara. 

Sekretaris Luar Negeri Vikram Misri mengatakan, bahwa India selalu ada untuk membantu Maladewa di saat negara di Samudera Hindia itu menghadapi persoalan pelik.

Dia mencontohkan percobaan kudeta tahun 1998, tsunami tahun 2004, krisis air tahun 2014 di Maladewa. Intinya, India selalu menjadi penanggap pertama bagi negara kepulauan itu dalam situasi krisis apa pun.


“Ini adalah hubungan yang sangat lama, hubungan bersejarah dan memiliki sejumlah pilar yang sangat substantif, perdagangan, ekonomi, pembangunan, hubungan antarmasyarakat, pertahanan dan keamanan juga menjadi bagian dari ini,” ujar Misri.

“Upaya kami dalam kunjungan ini sebenarnya adalah untuk mencoba dan memperkuat hubungan yang sudah kuat ini dan membangun berbagai perhatian dan kepentingan bersama yang ada di sana. India adalah salah satu mitra perdagangan dan pembangunan terbesar Maladewa,” katanya lagi. 

“Kami tengah membuat kemajuan dalam beberapa proyek pembangunan di Maladewa dan hari ini kedua pemimpin mengakui pentingnya hubungan ini, terutama mengingat kedekatan geografis yang terjalin antara kedua negara dan banyaknya cara yang saling menguntungkan dalam hubungan ini. Kami terus melanjutkan hubungan yang sudah kuat dan yang kini berada pada lintasan positif dan itulah yang ingin kami lakukan,” imbuhnya.

Sebelum kunjungan terakhir ini, Presiden Maladewa Muizzu juga menghadiri upacara pelantikan Perdana Menteri Modi pada bulan Juni tahun ini.

Ia menguraikan lebih lanjut tentang kunjungan Presiden Muizzu ke India, yang tiba bersama Ibu Negara Sajidha Mohamed untuk kunjungan lima hari pada hari Minggu. Delegasi Muizzu juga mengunjungi Agra dan Mumbai. Kunjungan akan diakhiri dengan kunjungan ke Bengaluru.

Presiden Maladewa dan Perdana Menteri Modi mengadakan diskusi bilateral di Hyderabad House di ibu kota negara.

Membahas tentang kerja sama pembangunan antara kedua negara tetangga, Misri mengatakan, India berkontribusi pada pembangunan Maladewa melalui gabungan proyek pembangunan kecil dan besar serta serangkaian inisiatif pengembangan kapasitas dan pelatihan yang ekstensif. Selain itu, dari waktu ke waktu memberikan bantuan keuangan yang signifikan untuk memungkinkan Maladewa mengatasi tantangan ekonomi berdasarkan permintaan dan prioritas Maladewa.

“Sebagai dua negara tetangga di kawasan maritim yang sangat penting, kedua negara juga bekerja sama untuk mengatasi tantangan terkait terorisme maritim, pembajakan, perdagangan narkoba, dan sejumlah masalah lainnya,” masih kata Misri.

Lebih lanjut, saat ditanya tentang hubungan India-Maladewa, Menteri Luar Negeri Vikram Misri berkata, “Saya hanya ingin mengatakan persahabatan akan terus berlanjut.”

India hari ini memberikan perpanjangan surat utang negara senilai 100 juta dolar AS kepada Maladewa yang sedang kekurangan uang. Selain itu, kedua negara juga menandatangani perjanjian pertukaran mata uang senilai 400 juta dolar AS dan Rs 3.000 crore.

Menteri Luar Negeri Misri mengatakan bahwa tujuan dari perjanjian tersebut adalah untuk memperkuat cadangan devisa Maladewa, dan mengirimkan sinyal rasa aman dan percaya diri terhadap posisi devisa Maladewa saat ini.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya