Berita

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Foto; Kemendag

Bisnis

Zulhas Janji akan Kaji Penyebab Anjloknya Harga Komoditas

SENIN, 07 OKTOBER 2024 | 09:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga sejumlah komoditas pangan anjlok dalam beberapa minggu belakangan. Bahkan, harganya turun drastis hingga terlalu murah.

Hal ini menjadi perhatian Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas. Ia mengatakan akan mengkaji penyebab sekaligus dampaknya. 

"Apa karena suplainya banyak sekali sehingga harganya terlalu murah, atau daya beli yang turun. Nanti kita lihat, kita kaji lebih lanjut," kata Zulhas di Jakarta, dikutip Senin (7/10). 


Harga pangan yang murah akan baik bagi masyarakat, tetapi tentu dapat berdampak bagi petani.  

"Kalau harga terlalu murah. (Misalnya) cabai terlalu murah, misalkan patokan kita Rp40 ribu, di pasar cuma Rp15 ribu, itu langsung bangkrut petaninya, gitu lho. Begitu juga telur, kalau telur standar kita kan Rp28 ribu, kalau dia cuma harganya Rp24 ribu, itu tutup. Nah ini memang ada beberapa yang terlalu murah," papar Zulhas.

Terlalu murahnya harga komoditas dapat disebabkan berbagai faktor, misalnya disebabkan oleh peralihan musim, suplai yang terlampau banyak, atau daya beli masyarakat yang mengalami penurunan.

Zulhas mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terhadap penyebab dan dampak dari turunnya harga komoditas tersebut. 

Indonesia mengalami deflasi selama lima bulan  berturut-turut. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, tingkat deflasi bulan September lebih dalam dibandingkan Agustus 2024. 

Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami penurunan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Deflasi sendiri merupakan kebalikan dari inflasi. 

Deflasi pada September ini sekaligus menjadi deflasi kelima pada 2024 secara bulanan. 

Deflasi pada September 2024 didorong oleh komponen harga bergejolak yang mengalami deflasi sebesar sebesar 0,21 persen (MtM) dengan andil 0,21 persen. 

Beberapa komoditas yang biasanya menyumbang deflasi di Indonesia, antara lain: Bawang merah,dDaging ayam ras, telur ayam ras. 

Pekan lalu, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah cabai merah dengan andil deflasi 0,09 persen dan cabai rawit dengan andil deflasi 0,08 persen. Kemudian, ada telur ayam ras dan daging ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,02 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya