Berita

Ilustrasi/Al Mayadeen

Dunia

AS Butuh Dana Rp18 Triliun untuk Hadapi Iran dan Houthi

MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 16:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat dilaporkan membutuhkan dana tambahan senilai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun untuk melanjutkan operasi militernya menghadapi Houthi di Yaman dan Iran.

Dua dokumen terkait dengan Departemen Pertahanan AS, atau anggaran Pentagon diserahkan kepada komite pertahanan di Kongres, menyebut bahwa dana tersebut dibutuhkan guna memelihara kapal-kapal yang dikerahkan di Laut Merah.

Selain itu, akan digunakan untuk mengisi kembali persediaan rudal yang ditembakkan untuk menangkal serangan oleh Iran dan proksi-proksinya.


“Sekitar 190 juta dolar AS akan dihabiskan untuk mengisi kembali persediaan Rudal Standar RTX Corp. Blok 1B yang diluncurkan dari laut dan sekitar 8,5 juta dolar AS akan digunakan untuk lebih banyak rudal udara-ke-udara pencari panas AIM-X Sidewinder,": menurut dokumen tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg pada Minggu (6/10).

Sebagian besar pengeluaran Pentagon yang diproyeksikan untuk operasi selama setahun di Timur Tengah adalah 300 juta dolar untuk pemeliharaan tak terencana pada kapal serbu amfibi USS Bataan dan kapal-kapal di Kelompok Serang Kapal Induk USS Dwight D. Eisenhower di Laut Merah.

Dokumen tersebut juga mengungkap permintaan sebesar 276 juta dolar AS untuk Rudal Standar SM-6 tambahan dan 57,3 juta dolar AS untuk rudal jelajah Tomahawk. Lalu 6,7 juta dolar AS lainnya dialokasikan untuk rudal pertahanan diri Enhanced Sea Sparrow. Semua senjata tersebut dibuat oleh RTX.

Pentagon juga akan menghabiskan 25 juta dolar AS untuk kit pemandu Jdam-GPS Boeing Co. dan 7,4 juta juta dolar AS untuk Bom Diameter Kecilnya. Tambahan 25 juta dolar AS akan digunakan untuk menambah sumber manufaktur untuk Rudal Standar guna mendukung respons Pentagon terhadap apa yang disebutnya situasi di Israel.

Kemudian 20 juta dolar AS lainnya akan dihabiskan untuk roket Advanced Precision Kill Weapon System berpemandu laser BAE Systems PLC tambahan.

"Pengeluaran tersebut terkait dengan biaya yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan di wilayah Komando Pusat AS dalam menanggapi situasi di Israel atau tindakan permusuhan di wilayah tersebut sebagai akibat langsung dari situasi di Israel," ungkap salah satu dokumen.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya