Berita

Batik Garutan/RMOLJabar

Bisnis

Menperin Ungkap Ekspor Batik RI Anjlok 8,39 Persen Gara-gara China

JUMAT, 04 OKTOBER 2024 | 09:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ekspor batik Indonesia dilaporkan anjlok hingga 8,39 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2024.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan salah satu penyebab menurunnya ekspor tersebut karena adanya produk-produk impor yang membanjiri pasar, terutama dari China.

Menurutnya, batik lokal juga menghadapi masalah serupa dengan produk tekstil lain yang tergempur produk batik impor China yang juga membanjiri pasar Tanah Air sehingga menyebabkan produk lokal makin tergerus.


"Jadi, produk-produk batik itu sama dengan produk-produk tekstil lainnya yang dihadapi adalah produk-produk impor, baik impor yang masuknya secara legal maupun secara illegal," kata Agus, dikutip Jumat (4/10).

Produk tekstil dalam negeri, termasuk batik, kata Agus masih sulit untuk berdaya saing dengan produk impor dalam soal harga. Ia pun tak menutup kemungkinan China dapat memproduksi batik.

Meski demikian Agus menilai impor batik asal China bukanlah motif batik sungguhan.

"Iya (China sudah bisa produksi batik). Bisa jadi (impor batik datangnya dari China. Bisa jadi (sebenarnya itu bukan batik, hanya kain di motif batik)," jelasnya.

Untuk diketahui, produk impor ilegal dan legal saat ini masih menjadi batu sandungan bagi produk tekstil dalam negeri untuk berkompetisi, termasuk produk batik.

Sub sektor industri tekstil dan pakaian ini padahal jadi berperan penting bagi perekonomian nasional. Dalam kuartal-II 2024 saja, industri tekstil dan pakaian jadi berkontribusi sebesar 5,72 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan non-migas.

Sementara itu, kinerja ekspor industri tekstil dan pakaian jadi pada kuartal-II 2024 senilai 1,77 miliar Dolar As atau senilai Rp27,11 triliun.  Industri batik sendiri turut memberikan kontribusi terhadap ekspor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai hingga 8,33 juta Dolar AS atau Rp127,6 miliar pada periode yang sama.

Agus pun menekankan pentingnya perlindungan untuk industri TPT. Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada industri dalam negeri, termasuk batik perlu dibuat untuk melindungin industri tersebut.

"Mesti ada perlindungan. Sama dengan industri lain, harus ada regulasi yang memang pro kepada industri dalam negeri kita termasuk TPT, termasuk batik," tuturnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya