Berita

Calon Walikota Bandung, Haru Suandharu/RMOLJabar

Politik

Haru Suandharu Punya Obat Persoalan Sampah Kota Bandung

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2024 | 06:12 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setumpuk persoalan masih menghantui Kota Bandung yang kini genap berusia 214 tahun. Salah satu persoalan mendasar di Kota Bandung yang belum mampu dituntaskan adalah masalah sampah.

Hingga saat ini, sampah masih banyak terlihat dan mudah ditemukan di setiap sudut Kota Bandung. Mulai dari pemukiman warga, di jalan-jalan, hingga gorong-gorong yang menyumbat saluran air dan dapat menimbulkan persoalan lainnya, yakni banjir.

Kondisi tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi calon Walikota Bandung, Haru Suandharu. Padahal sampah adalah persoalan klasik di Kota Bandung yang telah terjadi sejak bertahun-tahun lalu.


Nah, sosok yang dikenal memiliki konsen terhadap persoalan lingkungan tersebut mengaku mendapatkan inspirasi sebagai solusi untuk persoalan sampah di Kota Bandung. Inspirasi tersebut didapat saat mengunjungi RW 19, Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, Rabu (25/9).

“Saya cukup sedih dengan kondisi Kota Bandung, tapi saya kira salah satu obatnya ada di RW 19 ini. Wilayah ini sudah masuk sebagai kawasan bebas sampah, dan ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain," ujar Haru, dikutip RMOLJabar, Rabu (25/9).

Di wilayah RW 19, diungkap Haru, salah satu upaya warga untuk penyelesaian persoalan sampah adalah mengimplementasikan program Buruan SAE. Program yang digagas mantan Walikota Bandung, Oded M Danial tersebut terbukti efektif dalam mengelola sampah di tingkat bawah.

"Dalam teori biologi, ketika kita ingin menemukan anti, misalnya antibakteri, antibiotik, itu adanya di jamur. Kita perhatikan fenomena jamur dan bakteri berhadapan. Ini juga sama, masyarakat berhadapan dengan sampah, dan ternyata solusinya adalah Buruan SAE dengan mengelola sampah di level RW, sehingga menjadi kawasan bebas sampah," beber Haru.

Atas dasar itu, Haru menekankan pentingnya mengalokasikan anggaran untuk penyediaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) di setiap RW, terutama di kawasan padat. Menurutnya, lahan tidak terpakai bisa diubah menjadi tempat pengelolaan sampah dan ruang terbuka untuk masyarakat.

"Artinya pemerintah harus mengalokasikan untuk fasos dan fasum pengelolaan sampah, seperti Buruan SAE, karena sampah bisa selesai kalau kita selesaikan di level terkecil," tutur Haru.

Haru yang juga Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jabar ini meyakini, semangat gotong royong yang kuat dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Pengelolaan sampah berbasis komunitas mampu menjadi solusi yang efektif.

"Mungkin kalau masing-masing agak berat mengelolanya, tapi kalau secara komunitas, karena orang Indonesia itu suka guyub, saya kira itu akan jadi solusi, bagaimana kita menyelesaikan sampah menuju Kota Bandung bebas sampah," pungkas Haru Suandharu.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya