Berita

Penulis saat berbicara dalam Seminar Expert Talk oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, Rabu (24/9).

Publika

Sejatinya Wilayah Udara NKRI adalah Sumber Daya Alam Juga

RABU, 25 SEPTEMBER 2024 | 05:42 WIB | OLEH: CHAPPY HAKIM

PAGI hari, 24 September 2024, untuk kesekian kalinya saya diundang sebagai salah satu pembicara di Aula Barat ITB, sebuah bangsal besar khas bangunan jadoel. Lokasi yang selalu memberikan kenangan tertentu bagi setiap mahasiswa yang pernah menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung.

Entah sudah berapa banyak tokoh bangsa dan elit negeri mulai dari Bung Karno dan banyak lainnya yang dihasilkan oleh perguruan tinggi Teknik yang sudah berdiri sejak tahun 192 0 ini.

Ketika itu namanya adalah Technische Hoogeschool te Bandoeng. Uniknya motto ITB adalah In Harmonia Progressio. Dengan berbasis moto itulah, saya yakin pada Rabu, 24 September, diselenggarakan "Seminar Expert Talk" oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan membahas tentang pencapaian sektor transportasi udara tahun 2015-2024.


Senang sekali pada pagi hari yang cerah itu saya berkesempatan bertemu dengan Rektor ITB, mungkin wanita pertama menyandang jabatan ini Prof. Ir. N.R. Reini Djuhraeini Wirahadikusuma, MSCE,Ph.D.

Di samping itu tentu saja saya berjumpa kembali dengan sahabat saya Dekan FTMD Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara. Dari pihak Kementrian Perhubungan saya bertemu dengan Ibu Dirjen Perhubungan Udara yang juga seorang wanita Ibu Maria Kristi Endah Muri dan juga seorang wanita yang tengah menjabat Direktur Utama AirNav Indonesia Ibu Polana.

Selain itu tampak hadir beberapa tokoh di bidang penerbangan nasional, civitas akademika ITB dan mahasiswa FTMD ITB.

Acara dimulai dengan kata pengantar oleh Menteri Perubungan yang disampaikan dalam format video karena beliau berhalangan hadir. Pembahasan tentang dunia penerbangan di Indonesia selalu saja menarik karena masih banyak tantangan yang menghadang dalam tata Kelola jejaring perhubungan udara kita.

Sistem perhubungan udara tidak terlepas dari bagian pengelolaan wilayah udara kedaulatan NKRI. Sejatinya Wilayah Udara Kedaulatan NKRI adalah merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang merujuk konstitusi harus dikuasai negara dan diperuntukkan bagi semaksimal kesejahteraan rakyat.

Tantangan terbesar kedepan adalah bahwasanya Indonesia masih belum sepenuhnya menguasai wilayah udara diatas teritorinya. Demikian pula pelayanan masyarakat bagi jasa angkutan udara dan juga tugas tugas angkutan udara dalam mendukung kebutuhan administrasi logistik bagi kebutuhan tata kelola pemerintahan yang belum sepenuhnya diselenggarakan oleh Negara.

Disadari bersama bahwa kesemua itu memang tidak mungkin untuk dapat dilakukan oleh Kementrian Perhubungan sendiri.

Menghadapi tantangan kedepan yang akan lebih kompetitif mungkin diperlukan sebuah Departemen atau Kementrian tersendiri yang mengelola bidang penerbangan di Indonesia. Dunia penerbangan di NKRI terdiri dari kegiatan penerbangan sipil komersial dan juga penerbangan militer dengan tugas pokok pertahanan dan keamanan negara.

Mudah mudahan dengan berangkat dari Expert Talk hari Rabu di ITB itu akan bergulir lebih banyak lagi pembahasan pembahasan akademik dalam menguraikan upaya pemerintah membenahi pengelolaan wilayah udara nasional sebagai SDA yang harus dikuasai negara dan diperuntukkan bagi sebesar besarnya kesejahteraan rakyat. Semoga!

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Air Power Indonesia 



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya