Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

AS akan Batasi Kendaraan Canggih asal China dan Rusia

SENIN, 23 SEPTEMBER 2024 | 15:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah menaikkan tarif impor, Departemen Perdagangan AS kemungkinan besar segera memberlakukan pembatasan penggunaan perangkat lunak China dan Rusia pada kendaraan yang memiliki akses internet, layanan cloud, atau sistem navigasi. 

Menurut laporan Reuters dan Bloomberg yang mengutip sumber pemerintah selama akhir pekan, larangan tersebut dapat diumumkan paling cepat Senin (23/9) waktu setempat.

Sebagian besar mobil modern dapat dianggap terhubung, karena memiliki perangkat keras jaringan internal yang memungkinkan akses internet dan berbagi data dengan perangkat di dalam dan luar kendaraan. 


Menurut laporan, pejabat AS menganggap kendaraan yang terhubung sebagai target potensial untuk peretasan, yang dapat dicapai melalui penyadapan komunikasi kendaraan dengan sistem perangkat lunak. Larangan tersebut mungkin akan mencegah China atau Rusia meretas mobil atau melacaknya.

Berapa sumber mengklaim langkah tersebut tidak hanya difokuskan pada perangkat lunak, tetapi juga mencakup beberapa pembatasan pada perangkat keras kendaraan buatan China dan Rusia. Selain kendaraan yang terhubung, langkah tersebut kabarnya juga akan mencakup mobil otonom.

Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa peraturan tersebut akan sepenuhnya melarang impor dan penjualan kendaraan dari China dengan perangkat lunak atau perangkat keras komunikasi atau sistem pengemudian otomatis.

Berita ini muncul seminggu setelah Washington menaikkan tarif impor senilai miliaran dolar dari Tiongkok, yang menargetkan barang-barang seperti kendaraan listrik dan semikonduktor. 

Bea masuk untuk beberapa barang dinaikkan hingga 100 persen, dan disambut dengan kemarahan dari Beijing, yang mengecamnya sebagai bentuk intimidasi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya