Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas/RMOL

Politik

Mangkir Lagi, Menag Sadar Ada Pelanggaran Haji

SENIN, 23 SEPTEMBER 2024 | 13:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Untuk ketiga kalinya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mangkir dari panggilan Pansus Hak Angket Haji 2024.

Anggota Pansus Haji 2024 Luluk Nur Hamidah menilai kembali mangkirnya Menag Yaqut menunjukkan bahwa memang ada pelanggaran Undang-undang No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah atas pengalihan kuota haji khusus, seperti yang dicurigai DPR.

Legislator dari Fraksi PKB DPR RI ini meminta Menag Yaqut menunjukkan sikap kesatria sebagai seorang tokoh negara.


“Jika begini artinya Menag sadar jika melakukan pelanggaran UU atas pengalihan kuota haji ke haji khusus," kata Luluk kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin (23/9).

Luluk mengatakan, sebenarnya Menag Yaqut sudah mengetahui bahwa proses Pansus Haji sedang berjalan dan telah memanggil beberapa pihak terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pejabat Kemenag. 

Tak hanya klarifikasi, Pansus Haji memanggil Menag Yaqut bertujuan untk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran UU dalam pelaksanaan haji 2024. 

"Menag pasti tahu jika Pansus sudah bekerja dan bahkan memanggil para pihak termasuk para pejabat terkait di Kemenag. Jika punya itikad baik, Menag pasti tidak ke luar negeri karena menghargai DPR," tutup Luluk.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya