Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Pasca Demo MK, Approval Rating Jokowi Tetap Tinggi

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2024 | 16:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tingkat kepuasan atau approval rating terhadap kinerja Joko Widodo mengalami penurunan hingga menyentuh angka 63 persen. Meski turun, namun angka ini masih tergolong tinggi karena masih berada di atas 60 persen.

Menurut Asisten Profesor Ilmu Politik dari National University of Singapore (NUS), Nathanael Gratias Sumaktoyo, ada efek partisan terkait turunnya approval rating Jokowi. 

Nathanael mengatakan, penurunan terhadap kinerja Jokowi terjadi dampak polemik RUU Pilkada, terutama pasca demonstrasi kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK), berlaku untuk pendukung Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Artinya, ada efek partisan terkait turunnya approval rating Jokowi. 


“Penurunan kepuasan terhadap Jokowi imbas kisruh RUU Pilkada lebih besar di antara pemilih Anies & Ganjar,” kata Nathael, seperti dikutip dari media sosial X pribadinya, Sabtu (21/9).  

Pernyataan Nathanael menjadi temuan dari High-Frequency Surveys on Indonesians' Knowledge of and Attitudes on Politics (HI-RES SIKAP), atau survei terkait Sikap Politik Orang Indonesia (SIKAP). 

HI-RES SIKAP merupakan survei online yang digagas Nathael bersama Asisten Profesor Politik dari Princeton University, New Jersey, Nicholas Kuipers. HI-RES SIKAP memungkinkan peneliti untuk memeriksa perubahan persepsi publik dalam jangka pendek. 

Survei tersebut dilakukan setiap pekan, dimulai dari November 2023 dengan lebih dari 50.000 responden. Dalam temuan terbaru, menurut Nathael, tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi masih tetap tinggi. 

Angka kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau approval rating masih tetap tinggi. Meski terjadi penurunan, namun angkanya masih di atas 60 persen, yakni mencapai 63 persen. 

“Kepuasan turun, tetapi secara keseluruhan tetap tinggi,” kata Nathael seperti dikutip dari media sosial X pribadinya, Sabtu (21/9). 

Menurut Nathael, ada penurunan sekitar delapan poin. “Tapi secara keseluruhan, kepuasan terhadap Jokowi tetap tinggi, (angkanya) di atas 60 persen (63 persen),” tutupnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya