Berita

Bill Gates (Foto: internet)

Bisnis

Bill Gates Borong Saham Rp920 Triliun, IHSG Cetak Rekor di 7.854

SELASA, 17 SEPTEMBER 2024 | 13:38 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Usai libur panjang hingga awal pekan kemarin, sesi perdagangan saham di Indonesia masih mendapatkan bekal positif. Pantauan menunjukkan, kinerja indeks Wall Street pada sesi perdagangan Senin yang masih cenderung bertahan positif. Pelaku pasar masih mengandalkan sentimen ekspektasi kebijakan penurunan suku bunga oleh The Fed yang diyakini akan dilakukan Rabu besok.

Sekalipun Wall Street menutup sesi dengan mixed, sikap optimis pelaku pasar terlihat masih bertahan. Hal ini terutama terlihat dari gerak turun indeks Nasdaq yang terbilang kurang signifikan. Pantauan menunjukkan, indeks DJIA yang berhasil menutup sesi dengan naik moderat 0,55 persen di 41.622,08, indeks S&P500 menguat lebih tipis 0,13 persen di 5.633,09, dan indeks Nasdaq yang terkikis 0,52 persen di 17.592,13. Sementara dalam sesi perdagangan after hours, gerak indeks Wall Street terpantau masih cenderung terjebak di rentang moderat, di tengah serangkaian kabar terkini.

Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan aksi jumbo yang Bakal dihelat perusahaan raksasa software, Microsoft, yang bersiap melakukan pembelian kembali sahamnya atau dikenal sebagai buyback senilai $60 milyar (setara Rp920 triliun). Kabar ini kemudian disambut oleh investor dengan melakukan pembelian saham perusahaan milik Bill Gates itu. Saham microsoft akhirnya melonjak hingga 0,7 persen akibat aksi akumulasi pelaku pasar.

Aksi jumbo Microsoft ini seakan menyusul aksi serupa sebelumnya yang lebih raksasa lagi, yaitu Apple Inc. Raksasa pabrikan iPhone tersebut dilaporkan berencana melakukan Buyback saham hingga senilai $110 miliar pada Mei lalu. Kinerja kuartalan yang moncer menjadi latar rencana buyback tersebut.

Bertahan nya sikap optimis pelaku pasar, secara umum masih dilatari oleh ekspektasi penurunan suku bunga dan sekaligus mencoba mengantisipasi rilis data penjualan ritel yang akan dilakukan Selasa malam nanti waktu Indonesia Barat. Rilis data penjualan ritel yang kondusif, diyakini akan kian mengukuhkan The Fed untuk menurunkan suku bunga sebagaimana diharapkan beberapa bulan terakhir.

Sambutan investor di bursa saham Asia, juga terlihat seiring dengan penutupan Wall Street, kecuali Bursa saham Jepang yang kembali dihajar sentimen berlanjutnya penguatan Yen. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) turun curam 1,95 persen di 35.869,48, sementara indeks ASX200 (Australia) menguat tipis 0,24 persen di 8.141,4. Bursa saham Korea Selatan mason libur di hari ini.

Berbekal kepungan sentimen yang cenderung positif tersebut, sesi perdagangan saham pagi ini di Jakarta akhirnya mencoba mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pelaku pasar di Jakarta juga mendapatkan suntikan sentimen domestik dari rilis data neraca dagang untuk bulan Agustus lalu yang dilaporkan kembali membukukan surplus sebesar $2,89 milyar. Catatan menunjukkan, kinerja surplus neraca dagang internasional tersebut menurun dibanding bulan sebelumnya yang sebesar $3,12 miliar.

Rilis data neraca dagang yang dinilai masih melegakan itu kemudian berpadu dengan situasi regional yang masih cenderung bertahan positif. IHSG akhirnya menutup sesi perdagangan pagi ini dengan naik moderat 0,09 persen di 7.819,0, setelah sempat mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah di 7.854,0 di awal-awal sesi. Prospek cerah IHSG juga diyakini masih akan berlanjut hingga sesi perdagangan sore nanti.

Kabar lebih menggembirakan datang dari pasar uang, di mana nilai tukar Rupiah mendapatkan sokongan sangat bersahabat dari pasar uang global. Melonjaknya nilai tukar seluruh mata uang utama dunia secara signifikan dalam 24 jam terakhir membuat Rupiah terangkat lebih tinggi.

Pantauan lebih rinci memperlihatkan, nilai tukar Euro dan Poundsterling yang bahkan telah menembus level psikologis nya masing-masing di kisaran 1,1100 dan 1,3200 dan masih bertahan hingga sesi perdagangan siang ini di Asia. Situasi ini membuat prospek positif Rupiah semakin terkukuhkan, terlebih sentimen domestik dari rilis data neraca dagang yang dinilai masih bersahabat.

Hingga sesi perdagangan siang ini berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.340 per Dolar AS atau menguat 0,35 persen. Pantauan juga memperlihatkan, gerak mata uang Asia yang cenderung seragam dengan menginjak zona penguatan.

Gerak menguat Rupiah kali ini juga terlihat kian mengukuhkan bertahannya tren penguatan, untuk semakin membuka lebar peluang mengkandaskan Dolar AS di level psikologis pentingnya di Rp15.000.

Populer

Permainan Jokowi Terbaca Prabowo dan Megawati

Selasa, 25 Februari 2025 | 18:01

Mengapa KPK Keukeuh Tidak Mau Usut Dugaan Korupsi Keluarga Jokowi?

Selasa, 25 Februari 2025 | 08:02

Emak-emak Antarkan Tahanan "Jokowi dan Iriana" ke KPK

Rabu, 26 Februari 2025 | 16:17

KPK Didesak Periksa Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar di Kasus e-KTP

Rabu, 26 Februari 2025 | 17:59

PT Lumbung Kencana Sakti Diduga Tunggangi Demo Warga Kapuk Muara

Selasa, 18 Februari 2025 | 03:39

KKMP: Copot Raffi Ahmad dari Jabatan Utusan Khusus Presiden

Selasa, 25 Februari 2025 | 11:11

Dugaan Tunggangi Aksi Warga Kapuk Muara, Mabes Polri Diminta Periksa PT Lumbung Kencana Sakti

Selasa, 18 Februari 2025 | 17:59

UPDATE

Korupsi: Jalur Karier yang Paling Stabil dan Menguntungkan di Indonesia?

Jumat, 28 Februari 2025 | 11:26

Kampanye #RiseAndSpeak, Polri Dorong Keberanian Lapor Kekerasan dan Eksploitasi

Jumat, 28 Februari 2025 | 11:22

Dukung Pemerintah Operasi Pasar, Wakil Ketua DPR: Jaga Stabilitas Harga Pangan Saat Ramadan

Jumat, 28 Februari 2025 | 11:19

Jelang Ramadan, Harga Sayuran di Malaysia Stabil

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:47

Eks PM Polandia Mateusz Morawiecki Terjerat Kasus Pelanggaran Pemilu 2020

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:42

Ketersediaan Sembako Aman, PAN : Harga Naik Sedikit Itu Wajar

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:27

Ada Pemantauan Hilal, Kunjungan ke Puncak Monas Tutup Lebih Cepat

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:11

Jelang Akhir Pekan Harga Emas Antam Merosot Lagi

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:06

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Nepal, Satu Napi Cedera

Jumat, 28 Februari 2025 | 10:04

Trump Cabut Izin Chevron di Venezuela, Harga Minyak Langsung Melejit

Jumat, 28 Februari 2025 | 09:42

Selengkapnya