Berita

Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos/Ist

Politik

Prabowo Temui Megawati Bukan untuk Paksa Gabung Koalisi

SENIN, 16 SEPTEMBER 2024 | 12:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pertemuan Presiden Terpilih 2024 dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, diprediksi bukan untuk memaksakan partai pimpinan Presiden kelima RI itu bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos, mengatakan pertemuan Prabowo dengan Megawati akan membuat situasi politik yang tegang menjadi lebih kondusif.

Menurutnya, persepsi tentang PDIP yang akan digandeng di pemerintahan Prabowo usai dilantik pada 20 Oktober 2024, sulit terjadi. Kemungkinan yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah hal lain.


"Megawati dan PDIP tetap berada di luar pemerintahan kedepan, tetapi Prabowo akan menjamin nilai-nilai demokrasi tetap ditegakkan melalui pertemuan yang direncanakan tersebut," ujar Subiran kepada RMOL, Senin (16/9).

Pengamat politik yang kerap siapa Biran itu memandang, PDIP sulit bergabung ke KIM saat Prabowo memerintah karena kekecewaan terhadap Presiden Joko Widodo yang memasangkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden Prabowo.

"Pertemuan Prabowo-Megawati yang pernah berkoalisi dalam Pilpres 2009 itu, tentu akan menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan dan kemajuan bangsa dan negara di atas kepentingan partai dan golongan," tuturnya.

Lebih lanjut, magister ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu meyakini Prabowo akan tetap menggandeng Megawati untuk tetap terlibat aktif dalam kerja pemerintahannya dalam pembangunan bangsa ke depan, tanpa harus mengintervensi PDIP ikut masuk ke dalam barisan KIM.

"Prabowo akan menawarkan konsep presidential club atau dewan pertimbangan agung, agar Megawati sebagai presiden kelima Republik Indonesia juga mau masuk dalam lembaga itu, untuk memberikan nasehat dan masukan serta tukar pengalaman selama ia menjadi Presiden ke depan," demikian Biran menambahkan.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya