Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Bisnis

Saham Perusahaan Milik Menteri Sandiaga Lompat 20%, IHSG di Bawah 7.800

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2024 | 17:37 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sesi perdagangan hari keempat pekan ini, Kamis 12 September 2024, ditutup dengan sedikit kejutan. Setelah mampu konsisten menapak penguatan di sepanjang sesi perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di atas level psikologisnya di kisaran 7.800 dalam menutup sesi.

IHSG tercatat berakhir di 7.798,15 atau naik moderat 0,48 persen. Dua saham terkait dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mewarnai secara dominan sesi perdagangan kali ini. Adalah saham ADRO yang melesat tak tertahankan dan saham SRTG yang melambung fantastis. ADRO melesat 9,37 persen dengan menutup di Rp 3.850, setelah sempat meroket hingga kisaran Rp 4.050.

Sementara saham SRTG melambung 20 persen dengan menutup sesi di Rp 2.760. Kinerja dua saham tersebut terlihat mencolok di tengah gagalnya IHSG bertahan di atas level psikologisnya di 7.800.


Laporan dari bursa regional menunjukkan kinerja indeks yang cemerlang dalam menutup sesi hari ini. Indeks Nikkei (Jepang) memimpin dengan melompat sangat tajam 3,41 persen setelah menutup sesi di 36.833,27. Lonjakan tajam juga dibukukan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang melesat 2,34 persen dengan berakhir di 2.572,09. Sedangkan indeks ASX200 (Australia) menanjak 1,1 persen di 8.075,7.

Pelaku pasar di Asia disebutkan mendapatkan sokongan sentimen positif dari sesi perdagangan di Wall Street sebelumnya, di mana indeks Wall Street mampu berbalik melonjak tajam usai sempat runtuh. Rilis data inflasi AS yang dinilai melegakan menjadi latar pergerakan wall Street. Sementara sentimen regional dari rilis data indeks harga produsen di Jepang yang dinilai kurang meyakinkan terlihat tak menghalangi optimisme di Asia.

Namun demikian, pelaku pasar di Jakarta terlihat kesulitan mengikuti irama lonjakan tajam indeks di bursa regional. Posisi IHSG yang telah berulangkali mencetak rekor tertinggi barunya dalam beberapa hari terakhir, mungkin menjadi pembatas bagi investor untuk mengikuti lonjakan di Asia. Untuk dicatat, IHSG kembali membukukan rekor tertingginya sepanjang sejarah di sesi hari ini setelah menjejak posisi 7.833,27 pada sesi perdagangan pagi.

Pantauan RMOL menunjukkan, IHSG tak lagi mampu meninju kembali posisi rekor tersebut di sepanjang sesi perdagangan sore. IHSG justru gagal bertahan di atas level 7.800 saat penutupan sesi perdagangan.

Rupiah Melemah Tipis

Pola berbeda terjadi di pasar uang, dengan nilai tukar Rupiah yang terseret melemah di sepanjang sesi perdagangan kali ini. Sentimen dari merosot nya seluruh mata uang utama dunia menjadikan Rupiah sulit menginjak zona penguatan. Sebagaimana dimuat dalam ulasan sebelumnya, rilis data inflasi terkini AS yang menjadi motor melemahnya mata uang utama dunia, dan kemudian berimbas pada Rupiah.

Pantauan memperlihatkan, seluruh mata uang Asia yang kompak melemah dalam rentang moderat di sesi hari ini. Rupiah akhirnya sulit terhindar dari irama pelemahan tersebut. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp 15.425 per Dolar AS atau melemah moderat 0,19 persen.

Tinjauan teknikal terkini memperlihatkan, tren penguatan Rupiah yang masih solid dan gerak melemah kali ini sekedar potensi koreksi teknikal yang terealisir oleh sentimen yang berkembang. Prospek Rupiah hingga beberapa pekan sesi perdagangan ke depan oleh karenanya masih positif.

Pertaruhan penting di pasar uang kini akan datang dari rilis data indeks harga produsen di Amerika Serikat malam nanti, dan yang tak kalah pentingnya adalah rilis kebijakan penurunan suku bunga oleh The Fed dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah pelaku pasar kini mulai berspekulasi kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga hingga 0,5 persen, di mana bila hal Ini terealisir, prospek cerah Rupiah untuk mengkandaskan Dolar AS di kisaran Rp 15.000 sangat terbuka lebar.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya