Berita

Tangkapan layar aksi parodi Winson Reynaldi yang menuai kritikan/Repro

Nusantara

Soal Video Winson Reynaldi, Pemuda Katolik: Maafkan Saja, Dia Tidak Tahu Apa yang Dia Perbuat!

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 22:18 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seorang YouTuber bernama Winson Reynaldi menjadi sorotan warganet. Pasalnya, Winson Reynaldi diduga menghina Paus Fransiskus dengan cara memparodikannya dari atas kursi roda.

Dalam video yang beredar, Winson yang mengenakan jubah berwarna putih duduk di kursi roda, kemudian menggerakkan kedua kakinya untuk menggerakkan kursi, dan sambil bergaya seperti Paus Fransiskus mulai bertingkah seolah memberikan pemberkatan.

Parahnya, masih dalam video yang sama ada adegan kedua, yakni muncul seseorang yang menggunakan topeng setan.


Hal ini banyak menuai komentar negatif dari warganet, dan banyak yang menghubungkan dengan dugaan penistaan agama. Sebab, Paus Fransiskus baru menjalani perjalanan Apostolik di Indonesia pada 3 sampai 6 September 2024.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma meminta agar yang bersangkutan dimaafkan saja.

"Enggak mengapa, dimaafkan saja, dia (Winson) tidak tahu apa yang dia perbuat. Katolik agama penuh cinta kasih, saling memaafkan," kata Gusma kepada redaksi, Senin (9/9).

Lanjut Gusma, dirinya sudah mengetahui bahwa Winson sudah meminta maaf ke publik melalui akun insragram. 

Oleh sebab itu, Gusma mengutip pesan Paus Fransiskus yang menjunjung tinggi untuk saling menghargai dan toleransi 

"Yang penting dia sudah tahu dan menyesali dan mohon maaf, semoga Roh Kudus menemani dan menyertai dalam perjalanan hidupnya. Seperti pesan paus, kekayaan Indonesia paling luar biasa adalah keanekaragamannya. Jadi dalam hidup bersama penting untuk saling menghargai, toleran, gotong rotong dan bersikap adil," kata Gusma.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya