Berita

Ilustrasi Beijing

Dunia

Nota Diplomatik China-Malaysia Bocor di Media Filipina

SABTU, 07 SEPTEMBER 2024 | 23:01 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Negeri jiran Malaysia dikabarkan sedang melakukan investigasi kebocoran nota diplomatik yang dikirim Kementerian Luar Negeri China ke Kedutaan Besar Malaysia di Beijing bulan Februari lalu. 

Kementerian Luar Negeri Malaysia akan melaporkan kasus ini kepolisi. 

Dalam laporan Channel News Asia disebutkan bahwa nota yang seharusnya rahasia itu dipublikasikan dalam sebuah artikel oleh media Filipina pada tanggal 29 Agustus. Tidak dirinci lebih jauh isi dari nota rahasia yang bocor itu.


Media berita Filipina The Inquirer pada tanggal tersebut melaporkan bahwa China telah mengirim dokumen dua halaman ke Kedutaan Besar Malaysia di Beijing pada bulan bula Februari, yang menyatakan bahwa eksplorasi minyak dan gas Kuala Lumpur di Laut China Selatan melanggar kedaulatan China.

Reuters yang dikutip CNA tidak dapat memverifikasi keaslian dokumen tersebut.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayahnya berdasarkan peta bersejarah, termasuk bagian dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam, yang mempersulit upaya eksplorasi energi oleh beberapa negara tersebut.

"Kementerian memandang kebocoran dokumen ini, yang merupakan saluran komunikasi resmi antara kedua negara, dengan keprihatinan yang mendalam," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan Besar China di Kuala Lumpur tidak segera menanggapi permintaan komentar di luar jam kantor. 

Malaysia, di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim, secara tradisional bersikap lunak terhadap Beijing termasuk di Laut Cina Selatan, meskipun pertikaian antara China dan sekutu AS, Filipina, semakin memanas yang telah memicu kekhawatiran tentang eskalasi yang berbahaya.

Tahun lalu, Anwar mengatakan Beijing telah menyatakan kekhawatiran tentang aktivitas energi oleh perusahaan negara Malaysia, Petronas, dan dia siap untuk bernegosiasi dengan China mengenai sengketa maritim.

Petronas, atau Petroliam Nasional Berhad, mengoperasikan ladang minyak dan gas di Laut Cina Selatan di dalam ZEE Malaysia dan dalam beberapa tahun terakhir telah beberapa kali bertemu dengan kapal-kapal China.

Pada bulan Maret, Anwar mengatakan bahwa upaya untuk menahan kebangkitan China hanya akan memperburuk keadaan negara dan menimbulkan perselisihan di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya pada hari Rabu, Malaysia mengatakan akan terus mempertahankan kedaulatan dan hak kedaulatannya di Laut Cina Selatan, menangani perselisihan secara damai, dan melibatkan semua negara terkait, termasuk Cina, yang katanya memiliki hubungan bilateral yang erat dan aktif.

"Mengenai Laut Cina Selatan, kedua negara telah menyatakan komitmen dan tekad untuk menyelesaikan masalah apa pun secara damai melalui konsultasi dan dialog menggunakan platform dan saluran diplomatik yang ada, tanpa menggunakan perselisihan atau kekerasan," kata kementerian tersebut.

Pengadilan arbitrase internasional di Den Haag pada tahun 2016 mengatakan klaim Cina atas sekitar 90 persen Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum internasional, sebuah keputusan yang tidak diakui Beijing.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya