Berita

Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep/Repro

Politik

KPK Jangan Istimewakan Bobby dan Kaesang

SABTU, 07 SEPTEMBER 2024 | 11:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera memeriksa laporan dugaan gratifikasi Kaesang Pangarep dan Bobby Nasution yang sudah sampai ke meja lembaga antirasuah. 

Pengamat Hukum dan Politik, Damai Hari Lubis (DHL), mengingatkan KPK untuk tidak tebang pilih dalam menangani sebuah kasus. Termasuk dalam mengusut dugaan gratifikasi anak dan menantu Presiden Jokowi tersebut. 

“Enggak boleh takut, justru itu tugasnya KPK,” tegas DHL kepada RMOL, Sabtu (7/9).


Langkah tegas tersebut juga penting dilakukan KPK untuk menjaga marwah. Dengan catatan, penegakan hukum harus dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, DHL menyoroti sikap KPK yang terkesan maju mundur dalam mengusut dugaan gratifikasi keluarga Jokowi itu. Hal ini berbeda saat mengusut kasus-kasus lain, salah satunya gratifikasi yang menjerat pejabat Pajak, Rafael Alun hingga ke meja hijau.

“Enggak perlu nunggu iktikad baik. Penegakan hukum itu wajib dilaksanakan oleh para penegaknya, bukan menunggu iktikad baik,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya