Berita

Foto: Menaker Ida Fauziyah bersama Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi serta perwakilan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dalam Indonesia-Japan Human Resources Forum 2024 di Tokyo/Foto: Antara

Bisnis

Pergeseran Demografi Buka peluang Kerja Sama Indonesia - Jepang

JUMAT, 06 SEPTEMBER 2024 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergeseran demografi yang terjadi di Indonesia maupun Jepang pada 10 tahun mendatang merupakan peluang kerja sama bagi kedua negara, terutama di bidang ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana 70 persen penduduk didominasi usia produktif pada 2035. Sementara, penduduk Jepang saat ini mengalami penurunan jumlah usia produktif (aging population).

"Perbedaan demografi menjadi peluang besar bagi kedua negara, tidak hanya Jepang, tetapi juga Indonesia untuk dapat saling melengkapi dan memperkuat kerja sama kedua negara," kata Ida dalam sambutannya saat kegiatan Indonesia-Japan Human Resources Forum 2024 di Tokyo, Kamis (5/9). 


Hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, terutama di bidang ketenagakerjaan, sangat baik, kata Ida. Kedua negara sama-sama menjadi mitra penting.

Salah satu kerja sama yang sudah terjalin adalah program tenaga kerja dengan keterampilan khusus (specified-skilled workers/SSW) yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkarir di Jepang.

"Program pelatihan, kerja sama, selama ini telah menjadi jembatan bagi ribuan tenaga kerja Indonesia di Jepang untuk meningkatkan kualitas hidupnya," katanya.

Ia juga mengatakan, Jepang adalah negara yang paling sering dituju untuk kunjungan kerja. Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan sembilan lompatan guna meningkatkan kualitas saing tenaga kerja Indonesia.

Sejak 1993, pemerintah Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama pengiriman peserta magang. 

Sejak 2019 hingga Juni 2023, sebanyak 25.337 pekerja migran Indonesia di Jepang sudah berstatus residensi SSW.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya