Berita

Paksi Cattra Kamang Walandouw (LD FEB UI), Suahasil Nazara (Kemenkeu RI), I Dewa Gede Karma Wisana (LD FEB UI), Sri Moertiningsih Adioetomo (FEB UI), Endang Antarwati (LD FEB UI), Turro Selrits Wongkaren (FEB UI), Ippei Tsuruga (ILO) dalam Seminar Enam Dekade Lembaga Demografi FEB UI/RMOL

Bisnis

Peduli Generasi Silver, Pakar: Perlu Segera Reformasi Sistem Pensiun di Indonesia

SABTU, 31 AGUSTUS 2024 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jumlah penduduk lansia atau Generasi Silver di Indonesia diperkirakan akan mencapai 20 persen pada tahun 2050. 

Hal itu diungkapkan oleh Sri Moertiningsih Adioetomo, Peneliti Senior LD FEB UI dan Guru Besar FEB UI, merujuk data dari Badan Pusat Statistik.

Sebagian besar lansia menghadapi persoalan seperti kehidupan yang berada di bawah garis kemiskinan dan jauh dari tingkat kesejahteraan yang layak.


Ia memaparkan, Pemerintah Indonesia perlu menyempurnakan sistem perlindungan sosial untuk kesejahteraan seluruh warga negara, dan secara khusus adalah kelompok orang lanjut usia (lansia).

"Seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami penurunan kapasitas fungsional yang diperparah oleh penyakit tidak menular akibat gaya hidup tidak sehat sejak dini," katanya saat berbicara dalam Seminar Enam Dekade Lembaga Demografi FEB UI, Jumat petang (30/8). 

Hal ini menimbulkan kebutuhan akan perawatan jangka panjang (LTC) yang dapat menjadi beban signifikan bagi keluarga dan pemerintah. 

"Biaya LTC mencakup medical cost, non-medical cost, caregiving cost, dan social cost lainnya," katanya.

Sri Moertiningsih juga menjelaskan beberapa alternatif pembiayaan LTC, seperti sistem asuransi sosial, Universal Coverage Tax Funded System, dan Safety Net Tax-Funded System. 

Menurutnya, kebijakan LTC di beberapa negara tidak selalu termasuk dalam cakupan jaminan kesehatan universal.  Namun, negara-negara seperti Jepang dan Korea telah mengembangkan skema asuransi sosial khusus untuk kebutuhan ini. 

"Contoh lain adalah Jerman, di mana klien LTC berkontribusi hingga 21,4 persen dari total biaya, sementara di Jepang kontribusinya mencapai 10 persen," paparnya.

Seminar Enam Dekade Lembaga Demografi FEB UI bertajuk "Generasi Silver Aktif dan Sejahtera pada Indonesia Emas 2045"  diselenggarakan untuk memperingati enam dekade berdirinya Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Seminar ini bertujuan untuk mengeksplorasi isu-isu terkini terkait generasi silver (lansia) dan berbagai tantangan yang dihadapi menuju Indonesia Emas 2045.

Generasi Silver tidak lagi hanya dipandang sebagai kelompok yang bergantung pada bantuan, tetapi juga sebagai kontributor penting dalam masyarakat, baik sebagai konsumen dengan daya beli tinggi maupun sebagai tenaga kerja dengan pengalaman berharga. 

Namun, tantangan seperti rendahnya akumulasi kekayaan, diskriminasi usia, dan penurunan kesehatan tetap ada. 

Lembaga Demografi merekomendasikan kelanjutan pembahasan RUU Kesejahteraan Lansia dan pembentukan unit khusus yang menangani isu-isu lansia secara komprehensif. 

Selain Sri Moertiningsih yang membawakan tema “Menjadi Lansia: Antara Anugerah dan Tantangan Mempersiapkan Perawatan Jangka Panjang (Long Term Care)” hadir pula Ippei Tsuruga,  Manajer Program Perlindungan Sosial untuk Indonesia di Organisasi Perburuhan Internasional yang membahas urgensi reformasi sistem pensiun di Indonesia. 

Menurutnya, mengingat perubahan demografis yang cepat, seperti peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dan dominasi pekerja di sektor informal, ia merekomendasikan peningkatan kontribusi wajib pada skema pensiun untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi semua pekerja, baik di sektor formal maupun informal.

Ippei juga menekankan perlunya memperkenalkan skema pensiun sosial yang menyediakan manfaat tetap bagi seluruh warga negara, guna mengatasi kesenjangan dalam akses manfaat pensiun, terutama bagi mereka yang tidak mampu berkontribusi secara konsisten. 

"Reformasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia," tutupnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya