Berita

Abdul Rahman Abu al-Jidyen yang berusia 11 bulan, yang menderita polio, sedang diberi makan oleh ibunya di Deir Al Balah, Gaza pada Senin, 26 Agustus 2027/AA

Dunia

Israel-Hamas Setuju Jeda Perang Tiga Hari Demi Vaksinasi Polio di Gaza

JUMAT, 30 AGUSTUS 2024 | 12:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk menjamin keselamatan program vaksinasi untuk anak-anak Gaza, militer Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan serangan di tiga zona perang selama tiga hari.

Pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rik Peeperkorn pada Jumat (30/8) mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi itu akan dimulai hari Minggu (1/9).

Dikatakan Peeperkorn, vaksinasi pertama dilaksanakan di Gaza tengah kemudian pindah ke Gaza selatan dan diikuti oleh Gaza utara.


"Militer Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan tiga zona jeda tiga hari dalam pertempuran di Jalur Gaza untuk memungkinkan vaksinasi polio terhadap 640.000 anak," ungkapnya, seperti dimuat Middle East Monitor.

Peeperkorn menambahkan bahwa ada kesepakatan untuk memperpanjang jeda kemanusiaan di setiap zona hingga hari keempat jika diperlukan.

WHO mengonfirmasi pada tanggal 23 Agustus ada satu bayi telah lumpuh karena virus polio tipe 2, kasus pertama di Gaza dalam 25 tahun.

Unit kemanusiaan militer Israel (COGAT) mengonfirmasi bahwa kampanye vaksinasi akan dilakukan dengan jeda kemanusiaan.

"Vaksinasi akan dilakukan dengan koordinasi dengan militer Israel sebagai bagian dari jeda kemanusiaan rutin yang akan memungkinkan penduduk mencapai pusat medis tempat vaksinasi akan diberikan," bunyi pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tindakan baru tersebut bukan gencatan senjata.

Sementara Hamas mengatakan pihaknya mendukung gencatan senjata kemanusiaan PBB.

Badan-badan PBB mengatakan mereka berencana untuk memberikan vaksin oral terhadap virus polio tipe-2 (cVDPV2) kepada lebih dari 640.000 anak di wilayah tersebut.

Virus polio sangat menular dan paling sering menyebar melalui limbah dan air yang terkontaminasi, masalah yang semakin umum di Gaza dengan sebagian besar infrastruktur wilayah tersebut dihancurkan oleh Israel dalam agresinya terhadap Hamas.

Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun, menyebabkan kelainan bentuk dan kelumpuhan serta berpotensi fatal.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya