Berita

Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv/Aero Time

Dunia

Waspada Perang, Puluhan Maskapai Asing Batalkan Penerbangan ke Israel

SENIN, 26 AGUSTUS 2024 | 11:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menyusul peningkatan konflik militer di perbatasan Lebanon, puluhan maskapai asing membatalkan penerbangan ke Israel.

Media Israel KAN pada Senin (26/8) mencatat 10 maskapai asing telah melakukan pembatalan termasuk maskapai besar seperti Air France dan Dutch Transavia.

Maskapai lain yang membatalkan penerbangan termasuk Hungarian Wizz Air, Corendon yang berbasis di Malta, Ethiopian Airlines, Greek Aegean Airlines, dan Greek Universal Airlines.


Air France, yang membatalkan penerbangannya antara Paris dan Tel Aviv, adalah salah satu dari sedikit maskapai penerbangan internasional besar yang masih beroperasi di Israel.

Sejak akhir Juli, 20 maskapai penerbangan internasional telah membatalkan penerbangan mereka ke Israel, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran akan potensi perang regional di Timur Tengah.

Pesawat tempur Israel melancarkan lebih dari 40 serangan udara di Lebanon selatan pada Minggu dini hari (25/8), serangan paling parah sejak serangan lintas perbatasan dengan Hizbullah dimulai pada 8 Oktober 2023.

Tentara Israel mengklaim bahwa serangan itu bertujuan untuk mencegah serangan Hizbullah yang akan datang.

Sebagai tanggapan, Hizbullah melaporkan peluncuran 320 roket ke sasaran militer Israel sebagai tahap awal serangan balasan atas pembunuhan komandannya, Fuad Shukr, oleh Israel pada bulan Juli.

Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah terlibat dalam baku tembak harian dengan tentara Israel di perbatasan Lebanon-Israel, yang mengakibatkan ratusan korban, sebagian besar di pihak Lebanon.

Kekhawatiran akan perang besar-besaran antara Israel dan Hizbullah meningkat di tengah saling serang lintas perbatasan, dan setelah pembunuhan komandan Shukr.

Potensi perang ini juga dikhawatirkan merambah lebih luas dengan keterlibatan Iran yang kerap bersumpah akan melancarkan serangan balasan setelah pembunuhan petinggi Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran bulan lalu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya